RonaTeras Berita

Pengusaha Bali – Gelar Sarasehan Damai di Taman Gong Perdamaian Dunia

Foto - Jumpa pers terkait sarasehan perdamaian.

DENPASAR – Ada yang berbeda di perhelatan Gema Perdamaian XVI ini yang puncaknya digelar 6 Oktober 2018 di Lapangan Bajra Sandhi, Renon Denpasar. Salah satunya pelibatan para pengusaha Bali yang khusus mensponsori Sarasehan Damai Tokoh Pengusaha Bali akan digelar tanggal 21 September 2018 di Gong Perdamaian Dunia Kertalangu Denpasar.

Melalui sarasehan ini para pengusaha yang tergabung dalam organisasi HIPMI Bali, IWAPI & BKOW Bali menyampaikan komitment mereka untuk ikut memiliki Gema Perdamaian ini bersama-sama. Sarasehan ini bertujuan untuk menyebarkan cinta kasih dan perdamaian kepada seluruh lapisan masyarakat melalui dunia usaha.

“Stakeholder pendukung Gema Perdamaian terus bertambah. Kali kalangan pengusaha ikut menggaungkan spirit perdamaian melalui sarasehan ini,” kata Ketua Panitia Gema Perdamaian XVI Kadek Adnyana dalam keterangan pers di Sekretariat IWAPI Bali, Denpasar, Rabu (19/9/2018) sore.

Hadir pula Ketua IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Bali Dr. A.A Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H.,Koordinator Sarasehan yang juga Agus Ega Indra Eka Jaya yang juga Pengurus HIPMI Bali serta Sekretaris Panitia Gema Perdamaian XVI Ngurah Wahyu.

“Kenapa pengusaha bicara damai? Karena riilnya persoalan sosial dipicu oleh masalah kesejahteraan. Yang sering menghadapi masalah ini adalah pengusaha. Belum lagi soal kompetitor. Jadi bicara damai dari perspektif perusahaan sangat kompleks,” kata Ketua IWAPI Bali Dr. A.A Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., yang juga Ketua Yayasan Perdiknas Denpasar itu.

Disamping itu pula sarasehan ini akan menghasilkan suatu kesepakatan yang akan dijadikan rekomendasi yang akan diserahkan kepada pemerintah terkait kondisi dunia usaha agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian.

Sebab dunia usaha sebagai lokomotif pembangunan ekonomi memiliki tanggung jawab besar mensejahterakan masyarakat. Sehingga harus selalu bergandengan tangan dengan tenaga kerja dan faktor-faktor pendukung lainnya sebagai upaya menuju kehidupan masyarakat yang damai, tentram dan sejahtera.

Demikian pula Ketua HIPMI Bali Dr. dr. Gusti Nyoman Dharma Putra, Sp.KK., FINSDV melalui Ketua Bidang Pemuda Agus Indra Ega Jaya menyampaikan kegiatan ini diadakan untuk menanamkan kedamaian didalam hati pengusaha. Terlebih kepada pengusaha muda yang baru merintis usahanya, damai dalam bisnis dan berusaha adalah berdamai dengan diri sendiri dan sesama pengusaha.

Kata Agus persaingan yang sehat harus terbentuk antar pengusaha, karena dunia bisnis adalah dunia dimana pengusaha seharusnya saling berkolaborasi untuk menghasilkan hasil terbaik.

“Diharapkan mereka tidak saling menjatuhkan dan membuat persaingan usaha yang tidak sehat,” ujarnya.

Perdamaian juga pasti akan menghasilkan stabilitas sehingga berguna bagi iklim dunia usaha.

“Apalagi menjelang tahun politik pemilu tahun 2019, sangatlah penting untuk berdamai antar seluruh lapisan masyarakat demi menjaga stabilitas ekonomi untuk kesejahteraan bersama,” tandasnya.

Hadir sebagai narasumber pada Sarasehan Damai Pengusaha Bali ini adalah Ida Rsi Acarya Waisnawa Agni Budha Wisesanatha, Prof. Dr. I Wayan Ramantha, SE, MM., CPA., Ak, Dr. AA Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. Moderator acara adalah Ni Wayan Agek Parwati Asih SPd, MPd. dan Agus Ega Indra Jaya yang akan memandu acara ini.

Jumlah undangan pada sarasehan ini kurang lebih 300 orang yang berasal dari tokoh pengusaha Bali, UMKM, dan akademisi. Acara berempat di Taman Gong Perdamaian Dunia Kertalangu Denpasar pada pukul 16:00 – 21:00 Wita.

“Semoga sarasehan ini dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan dunia usaha sekaligus memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Sebab Damai itu Indah, Damai itu Upaya,” tutup Kadek Adnyana.

Gema Perdamaian XVI puncak acaranya diselenggarakan tanggal 6 Oktober 2018 di Lapangan Bajra Sandhi, Renon Denpasar pada pukul 16:00 Wita. Serangkaian acara tersebut ada beberapa kegiatan digelar untuk menggemakan perdamaian dari Bali untuk NKRI dan untuk Dunia.

Beberapa lomba seperti lomba putra putri ambasador damai, short movie, blog, quote damai dilaksanakan seiring dengan perkembangan era milenial saat ini. Kegiatan sosial lainya seperti peduli sampah plastic, donor darah, dan penanaman nilai-nilai perdamaian melalui road show to campus yang dilaksanakan untuk memberi manfaat langsung kepada masyarakat.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan