HukrimTeras Berita

Pensiunan PNS Nekat Gantung Diri, Polisi Sebut Korban Depresi Karena Sakit

(Foto/Ist)

DENPASAR – Pensiunan PNS bernama I Wayan Meja (79) nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di dalam rumahnya di Jalan Pandu gang I nomor 1, Denpasar Timur. Diduga korban bunuh diri lantaran depresi dengan sakit yang dideritanya.

“Kejadian tersebut pertama kali diketahui anak korban bernama Nyoman Sarwada (53),” terang Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Nyoman Karang Adiputra saat dihubungi, Minggu (5/5/2019).

Saksi menuturkan, sebelum ditemukan bunuh diri, Jumat (3/5/2019) sekitar pukul 19.00 Wita ia sempat melihat ayahnya tengah makan. Usai menyapa, saksi lalu masuk ke dalam kamar untuk beristirahat bersama istrinya bernama Ni Nyoman Artini (51).

Namun esok harinya, Sabtu (4/5/2019) sekitar pukul 06.10 Wita, saksi menemukan korban telah tergantung di ventilasi kamar mandi dengan menggunakan tali tambang. Setelah dipastikan korban sudah tak bernyawa, ia kemudian memberitau Kadus setempat, dan selanjutnya dilaporkan kepada kepolisian.

“Pada saat ditemukan wajah korban menghadap ke utara dengan badan menempel di kusen pintu, serta kaki agak menekuk dan sudah menyentuh lantai. Di sebelah korban juga terdapat sebuah kursi yang diduga digunakan naik,” jelas Kapolsek.

Tak berselang lama Tim Inafis Polresta Denpasar tiba di lokasi dan langsung melakukan olah TKP, serta memeriksa tubuh korban. Hasil pemeriksaan, polisi tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan seperti bekas kekerasan.

“Hasil olah TKP menyatakan bahwa peristiwa dimaksud murni merupakan gantung diri. Ini ditandai dengan lidah menjulur, luka jerat pada leher, keluar kotoran pada anus, dan keluar kencing pada alat kelamin,” kata Kapolsek.

Dugaan sementara, korban gantung diri dikarenakan depresi mengingat sebelum kejadian korban sering mengeluh sakit, tidak bisa tidur lebih dari seminggu, serta sulit buang air besar.

“Dugaan tersebut berdasarkan informasi dari keluarga korban. Pihak keluarga juga mengaku sudah ikhlas menerima kepergian korban,” jelas Kompol I Nyoman Karang. (awd)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan