RegionalTeras Berita

Perusda Bali Bantah Berencana Menutup Transportasi Online

(Foto/Ist)

DENPASAR – Terkait opini liar bahwasanya pemerintah Provinsi Bali dan Perusda Bali berencana menutup operasional transportasi online, hal itu dibantah dan diluruskan oleh Perusda dan juga Dinas Perhubungan Provinsi Bali, bahwa hal tersebut tidaklah benar. Disebutkan, transportasi Online sudah menjadi bagian dan kebutuhan yg tidak terpisahkan dari masyarakat serta pariwisata di Bali ini.

Menyikapi sering terjadinya konflik antara Transport online dan konvensional, maka perusda menggandeng Telkomsel untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat Bali, serta akan turut serta berkompetisi dengan segera menerbitkan aplikasi Transport online tandingan di Bali, serta akan memanggil semua perwakilan baik itu dari transport online, konvensional serta dari konsumen yang akan dipertemukan dalam sesi audensi yang akan digelar dalam waktu dekat.

Kedepannya, dinas perhubungan, perijinan, ppns bersama dengan kepolisian akan menindak semua armada baik itu dari transport online dan juga konvensional yg tidak memiliki ijin angkutan sewa khusus/umum. Langkah ini di Amini dan juga didukung oleh organda serta seluruh pemilik ijin penyelenggara angkutan sewa khusus yg telah bekerja sama dengan aplikasi. Hal ini diungkapkan Pimpinan Jayamahe Transport, Ariyanto dalam keterangan persnya di Denpasar, Kamis (16/5/2019).

“Segera akan ada penertiban untuk seluruh armada yang tidak berijin, tidak bisa menjalankan operasionalnya,” tukasnya.

Direktur PT. Dwi Sarana Mesari ini juga mengatakan, semua yang turut hadir di acara audensi tersebut memiliki komitmen yang sama, demi eksistensi transportasi online di Bali, serta menjaga keharmonisan dan adat budaya Bali, terkait juga rencana gubernur untuk mengimplementasikan pergub 79/2018 tentang penggunaan pakaian adat pada seluruh driver online disambut dengan antusias dan sambut bergayung, kami.

“Kami sudah menjalankan program tersebut pada driver kami,” ujar Aryanto yang juga sebagai Ketua Perkumpulan Armada Sewa Indonesia (PAS) DPD Bali.

Dengan langkah pemerintah provinsi Bali yang diwakili oleh Dinas Perhubungan Provinsi Bali selaku yang mengundang untuk melakukan audensi, menunjukkan bahwa Gubernur Bali menyadari bahwa Transport online adalah sebuah keniscayaan dan konsekwensi logis dari kemajuan teknologi dan zaman. Langkah ini layak mendapatkan apresiasi dari kami, ujar Aryanto.

“Saat ini yang paling penting adalah dengan segera rekan-rekan driver online segera mengurus ijin ASK. Dan juga dalam penerapan Permenhub 118/2018, pemerintah provinsi Bali segera mengkaji dan melakukan pembahasan terkait tarif minimum di wilayah perkotaan dan diwilayah pariwisata, agar disparitas harga yang selama ini menjadi akar permasalahan konflik antar Transport online dan juga konvensional segera selesai,” tutupnya.

Hadir dalam audensi kali ini antaranya Pemilik ijin penyelenggara Angkutan Sewa Khusus, Perusda, DirLantas Polda Bali, Dinas Perijinan Provinsi Bali.(wie)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan