SportsTeras Berita

Peselancar Indonesia Berjaya di Ajang “Red Bull Airborne”

(Foto/Ist)

GIANYAR –  Peselancar Indonesia Made Darma Yasa Bleronk berjaya dan berhasil menenggelamkan mimpi dan ambisi belasan peselancar pilihan dalam ajang “Red Bull Airborne”. Kompetisi ini diselenggarakan bersamaan dengan tur kejuaraan dunia “WSL Bali Pro Men’s and Women’s” yang berlangsung di Pantai Keramas, Gianyar, Bali, Selasa (28/5/2019).

Kompetisi selancar Red Bull Airborne tahun ini diadakan di 3 negara yang berbeda, salah satunya adalah Indonesia. Selain Bleronk, peselancar berbakat Indonesia yang baru berusia 14 tahun, Bronson Meidy, berhasil mendapatkan local wild card dan berhak bertanding di acara utama.

Seri Red Bull Airborne ini diciptakan oleh peselancar WCT yang sudah pensiun, Josh Kerr, yang memiliki karir panjang sebagai salah satu peselancar paling kreatif dan inovatif di dunia bahkan memiliki manuver atas namanya yaitu Kerrupt Flip.

Perhentian pertama dari seri Red Bull Airborne 2019 ini diadakan di Duranbah, Gold Coast, Australia selama kompetisi selancar Quiksilver Pro, yang dimenangkan oleh Italo Ferreira. Total ada tiga perhentian di 2019 yaitu Australia, Indonesia, dan terakhir di Prancis.

Menurut Kerr, setiap atraksi dinilai pada skala 0-10, bahkan jika peselancar menyelesaikan banyak trik pada satu gelombang. Atraksi terbang akan dinilai berdasarkan penyelesaian, komitmen, tingkat kesulitan, inovatif dan manuver progresif, gaya, kecepatan, kekuatan, tinggi dan teknik yang menghasilkan atraksi akrobat udara yang luar biasa. “Tujuan dari kriteria penjurian adalah untuk mendorong batas-batas selancar dan memberikan para peselancar berbakat kesempatan untuk mengejar mimpi mereka dan menempatkan bakat mereka di panggung dunia,” katanya, kemarin.

Jack Freestone (Australia) berhasil memenangkan Red Bull Airborne dalam persaingan yang sengit di babak utama. Semua itu berkat atraksi Jack yang luar biasa saat babak final.

Freestone berhasil mengalahkan Kalani David (Hawaii) dan Eli Hanneman (Hawaii) sepanjang babak final. Kedua peselancar dari Hawaii tersebut melakukan atraksi yang luar biasa di babak final, tetapi tidak bisa mendapatkan ketinggian dan rotasi yang diperlukan untuk naik ke posisi pertama.

Mason Ho (Hawaii), Ian Crane (Amerika Serikat), dan Eric Geiselman (Amerika Serikat) juga berjuang untuk mendapatkan pendaratan yang sempurna di satu jam babak final namun tidak membuahkan hasil.

Hasil akhir Red Bull Airborne Bali, masing-masing Jack Freestone (5.93), Kalani David (5.63), Eli Hanneman (4.47), Ian Crane (1.00), Eric Geiselman (0.00), dan Mason Ho (0.00)

Fakta menarik Red Bull Airborne meliputi, 18 peselancar yang dipilih oleh Josh Kerr mendapatkan kesempatan untuk berselancar di acara Red Bull Airborne, kombinasi peselancar CT, talenta underground, dan wildcard lokal. Bronson Meidy peselancar berbakat Indonesia yang masih berumur 14 tahun berhasil mendapatkan local wild card dan berhak bertanding di acara utama.

Made Darma Yasa ‘Bleronk’ memenangkan babak kualifikasi lokal yaitu Red Bull Airborne Trials dan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti acara utama. Hal ini merupakan upaya dari Josh Kerr untuk membantu menumbuhkan bakat baru, dan acara tersebut berjalan bersamaan dengan acara World Championship. (moe)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan