FokusTeras Berita

Petani Subak Aban Darmasaba Nyatakan Kesiapan Dukung Program Pemerintah

(foto : Ist) Pekaseh subak Aban Darmasaba bersama anggota subak.

BADUNG – Persoalan alih fungsi lahan seolah sulit dihindari di tengah masifnya pembangunan di suatu wilayah yang ada di Indonesia, tak terkecuali alih fungsi lahan di Kabupaten Badung.

Made Tambun selaku Pekaseh (ketua) subak Aban, Desa Tegal Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung menuturkan, luas lahan pertanian yang ada di subak Aban awalnya mencapai 160 hektar. Namun hasil pengukuran terakhir, luas lahan berkurang hingga menjadi 120 hektar.

“Lahan pertanian saat ini berkurang, di mana hal tersebut terjadi karena banyaknya alih fungsi lahan,” ucapnya saat ditemui, Selasa (17/9/2019).

Ia menjelaskan bahwa di Desa Darmasaba terdapat 4 kelompok subak yang masih aktif sampai saat ini, yaitu subak Uma Sangiang, subak Tanah Putih, subak Aban dan subak Karang Gadon. Masing-masing memiliki ketua subak.

Subak Aban sendiri terbagi atas 5 wilayah  pembagian air yang setiap wilayah memiliki koordinator yang disebut pangliman.

Dikatakan, sumber air yang mengaliri subak Aban berasal dari aliran sungai Yeh Penet Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Kendati sumber airnya kecil, namun pekaseh dengan para pangliman berusaha untuk membagi pengairan salah satunya dengan cara mengatur waktu tanam.

Diterangkan pula bahwa permasalahan yang sering dihadapi oleh para petani adalah masalah saat masa panen, di mana harga gabah sering anjlok sehingga para petani sering mengalami kerugian.

“Hal tersebut merupakan permasalahan klasik yang hingga saat ini belum adanya solusi dari pihak terkait, petani hanya bisa untuk bekerja dan mengolah lahanya namun dalam penjualan hasil para petani belum memiliki suatu wadah yang tepat yang betul-betul bisa membantu para petani,” sebutnya.

Terkait adanya permasalahan klasik tersebut, pekaseh subak Aban selalu mengarahkan dan mengimbau para anggota kelompok tani untuk bersabar dan tidak bertindak serta berbuat hal yang dapat merugikan pihak manapun sehingga dapat tercipta situasi di dalam masyarakat yang kondusif.

Lebih jauh ia menambahkan, khusus di subak Aban dirinya dan para petani yang berjumlah 312 orang sangat mendukung segala program-program yang dibuat oleh pemerintah. Seperti saat ini, yang sedang dilaksanakan adalah program kartu tani bagi para petani yang bertujuan untuk menghindari adanya penyelewengan pendistribusian pupuk bersubsidi bagi petani.

“Untuk para petani yang ada di subak Aban, saya sudah mengajukan data para petani berjumlah 312 orang dan akan diusulkan untuk perolehan kartu tani ke Dinas Pertanian Kabupaten Badung,” pungkasnya. (red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan