Regional

PGN Nilai Demo Tolak Rapid dan Swab Test Membingungkan Masyarakat

Foto : Aksi damai tolak rapid dan swab test beberapa waktu lalu. (Ist)

DENPASAR – Sejumlah masyarakat menggelar aksi damai menolak rapid dan swab test di Lapangan Renon, Denpasar Timur. Aksi tersebut disebut melanggar Peraturan Walikota Denpasar nomor 32 Tahun 2020.

Selain itu, sejumlah pihak juga turut menyayangkan. Salah satunya yang menyatakan tidak sependapat dengan demo tersebut yakni organisasi kemasyarakatan Patriot Garuda Nusantara (PGN) Bali.

“Tindakan tersebut membuat multirafsir di masyarakat Bali terhadap upaya new normal yang telah dilaksanakan Pemerintah Daerah Bali,” kata Ketua PGN Wilayah Bali Daniar Trisasongko, Sabtu (1/8/2020) di Denpasar.

Menurutnya, aksi tolak rapid dan swab test tidak mencerminkan intelektual dan membuat masyarakat menjadi resah. Apalagi saat ini pemerintah tengah berupaya memulihkan kondisi ekonomi yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Kami melihat adanya indikasi provokasi tidak percaya terhadap pemerintah dalam penanganan Covid-19 dengan dilakukannya demo tersebut,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan, Bali yang menjadi destinasi pariwisata internasional tentunya harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman, termasuk langkah pemerintah dalam menangani Covid-19 yang menyebar di berbagai belahan dunia ini.

Dengan adanya demo tolak rapid dan swab test, dikhawatirkan menimbulkan permasalahan baru di tengah upaya Pemerintah Provinsi Bali memulihkan ekonomi berupa mendatangkan wisatawan.

“Oleh karena itu, kami meminta kepada pihak terkait untuk memanggil tokoh-tokoh yang menggelar aksi tersebut,” ujarnya.

PGN juga mengajak masyarakat agar tidak terprovokasi dengan pihak-pihak tak bertanggungjawab dan tetap menta’ati imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan.

Kendati tidak sependapat dengan aksi tolak rapid dan swab test, PGN Wilayah Bali meminta ada keterbukaan kepada petugas yang menangani Covid-19, serta menganggap biaya rapid dan swab test masih mahal.

“Mungkin ada solusi agar tarif rapid dan swab test bisa lebih murah. Ini juga untuk masyarakat kita sendiri,” sebutnya. (awd)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan