RonaTeras Berita

PKM Wadah Meningkatkan “Skill of Thinking” Mahasiswa Universitas Dwijendra

(Foto/Tim)

DENPASAR – Mahasiswa sudah saatnya mulai dirangsang kemampuan lainnya di luar akademik melalui “skill of thingking”. Salah satunya mulai belajar analisis dengan menggunakan metode ilmiah. Hal itu sangat mendasar disaat kita akan mengambil suatu keputusan, karena ketika kita salah berpikir, maka salah pula dalam mengambil keputusan. Begitu dikatakan Rektor Universitas Dwijendra, Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc, M.MA saat membuka pelatihan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang berlangsung dari tanggal 25 s.d 27 Juni 2019 di Aula Udayana Shanti Yayasan Dwijendra. Pelatihan dan worksop PKM ini melibatkan mahasiswa sebanyak 109 orang mahasiswa yang diambil dari perwakilan masing-masing program studi (prodi).

Lantas rektor menyampaikan, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu program dari Kementerian Ristek dan Dikti yang ditujukan untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi mahasiswa. Program ini juga diarahkan untuk membentuk karakter dan keterampilan berpikir serta bertindak mahasiswa. Oleh karena itu, rektor menyambut baik penyelenggaraan Pelatihan dan Workshop PKM bagi mahasiswa di tingkat universitas karena program ini merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tingi. Pelatihan dan workshop ini diharapkan dapat menumbuhkan dan mewujudkan ide inovatif, kreatif dan cerdas dari mahasiswa yang sekaligus meningkatkan prestasi mahasiswa dan prestasi perguruan tinggi.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menyusun proposal PKM dengan mengikuti segala ketentuan yang dipersyaratkan dan diwajibkan seperti yang telah ditetapkan di dalam pedoman PKM tersebut,” kata Gede Sedana.

Ia juga mengharapkan agar tim Pembina PKM, yaitu para dosen agar semakin intensif untuk memberikan bimbingan kepada mahasiswa di dalam penyusunan proposalnya, seperti penyelenggaraan coaching proposal.

“Jadi dengan begitu, Universitas Dwijendra akan dapat melahirkan sarjana-sarjana yang memiliki keterampilan dalam aspek academic knowledge, skill of thinking, management skill, dan communication skill,” imbuhnya.

(Foto/Tim)

Selaku salah satu narasumber dalam pelatihan kali ini,I Made Astra Winaya, S.Pd.,M.Pd mengatakan, kegiatan Pelatihan dan Workshop PKM merupakan wadah untuk mengembangkan potensi-potensi mahasiswa dalam menggali ide-ide kreatif untuk berpikir secara devergen dalam memecahkan permasalahan yang terjadi di lingkunganya.

“Penyusunan Proposal PKM sebagai sebuah kegiatan project base learning akan memaksa mahasiswa melatih keterampilan berkomunikasi, bekerjasama, berpikir kritis, Inovatif, taat aturan dan peduli terhadap lingkungan,” ujar Astra.

Ketua Panitia Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan dan Workshop PKM, Drs. I Made Sutika, M.Si., menyampaikan, kegiatan ini merupakan penjewantahan dari kebijakan Rektor Universitas Dwijendra dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas proposal PKM yang dibuat oleh mahasiswa sehingga nantinya semakin banyak propsal PKM yang di danai.

“Sebelum mengikuti pelatihan dan workshop mahasiswa diwajibkan menyetor proposal PKM kepada panitia. Proposal PKM yang terkumpul, akan dilakukan “Coaching Clinic” dari tanggal 26-27 Juni 2019, dan hasil dari coaching clinic akan disampaikan kepada mahasiswa peserta pelatihan dan workshop,” sebutnya.

Kegiatan pelatihan dan workshop PKM dimulai dari pukul 17.30 sampai dengan 21.00 wita, diawali dengan pembukaan dari Mc, Laporan Ketua Panitia, sambutan Rektor sekaligus membuka acara, dilanjutkan dengan penyampaian materi pelatihan dan workshop oleh Dua Narasumber, yaitu: Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc, M.MA dan I Made Astra Winaya, S.Pd.M.Pd. Hadir pula dalam kegiatan pelatihan , Rektor, Wakil Rektor (WR) 1, Wakil Rektor (WR) 2, Wakil Rektor (WR) 3, LP2M serta Dekan dilingkungan Universitas Dwijendra.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan