banner 728x250

PLN  Minta  Masyarakat Berhati-Hati Rekruitmen Kerja “Bodong”

  • Bagikan
(Foto/Ist)
banner 468x60

DENPASAR – Maraknya rekruitmen pegawai melalui media sosial belakangan ini rupanya mesti betul-betul diwaspadai, pasalnya masyarakat awan yang kurang faham terkadang sering terjebak dalam situasi ini. Salah satu BUMN yang memberikan perhatian terhadap persoalan ini yaitu PT PLN.

I Nyoman Swiranata selaku Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi Bali dalam keterangannya di Denpasar, Kamis (14/3/2019) menghimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap penipuan informasi rekrutmen yang kerap beredar melalui media sosial yang seolah-olah dikeluarkan oleh pihak perusahaan, padahal itu tidak benar alias HOAKS. Ditegaskan Swiranata, proses rekrutmen di PLN hanya dilakukan melalui situa resmi rekrutmen.pln.co.id.
Oleh karena itu, beberapa hal yang harus diperhatikan bagi para pelamar kerja di antaranya adalah,
1. PLN tidak melakukan korespondensi terkait rekrutmen
2. PLN tidak bekerjasama dengan pihak lain termasuk biro travel perjalanan untuk program rekrutmen;
3. PLN hanya melakukan proses rekrutmen melalui situs rekrutmen.pln.co.id;
4. PLN tidak memunggut biaya apapun dalam proses rekrutmen;
5. Tidak ada sistem refund atau penggantian biaya transportasi dan akomodasi yang berkaitan dengan pelaksanaan seleksi
6. Masyarakat diharapkan berhati-hati dengan modus penipuan yang memanfaatkan program rekrutmen PLN.
7. Masyarakat diharapkan melakukan pengecekan melalui website resmi pln www.pln.co.id atau Contact Center PLN 123, yaitu telefon (kode area) 123, twitter @pln_123, email [email protected], dan Facebook PLN 123.

banner 336x280

“Selain situs rekrutmen.pln.co.id, informasi rekrutmen PT PLN (Persero) juga dapat dilihat pada situs resmi www.pln.co.id.,” ungkap Swiranata seraya menambahkan pihaknya juga telah menyebar informasi himbauan ke masyarakat melalui media resmi PLN. (wie)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *