RegionalTeras Berita

PLN Paparkan Rencana Kelistrikan di Bali saat Dikunjungi Komisi VII DPR RI

(foto : Ist) Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Bali.

DENPASAR – Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Bali, Jumat, (30/8/2019). Bertempat di Ruang Rapat Nusa Indah Gedung E PT Indonesia Power UP Bali, kunjungan dilakukan dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan DPR RI untuk mengetahui kondisi kelistrikan khususnya di wilayah Bali.

Pimpinan Tim Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI Ir. H. M. Ridwan Hisjam, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini ketersediaan listrik di Bali cukup aman, akan tetapi jaminan ketersediaan listrik yang andal kedepan menjadi perhatian.

“Seiring dengan pesatnya industri pariwisata, kebutuhan listrik di Bali juga meningkat pesat. Hal tersebut pasti akan berpengaruh pada peningkatan beban listrik, ini yang harus dipikirkan dan diantisipasi,” ucap Ridwan.

“Terlebih sebagai destinasi wisata, Bali diharapkan dapat memanfaatkan potensi energi lokal untuk memenuhi kebutuhan listrik,” tambah Ridwan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (JBTBN) PT PLN (Persero) Supangkat Iwan Santoso menjelaskan bahwa PLN bersama dengan Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan rencana.

“Kedepan Bali akan dipasok dengan energi bersih. Kami akan optimalkan energi gas dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),” ucap Iwan.

Hal tersebut sesuai dengan isi perjanjian kerjasama antara PLN dengan Gubernur Bali Wayan Koster mengenai penguatan ketenagalistrikan dengan pemanfaatan energi bersih di Provinsi Bali yang telah ditandatangani pada 20 Agustus 2019 silam.

General Manager PLN Unit Distribusi Bali Nyoman S Astawa memaparkan, untuk memenuhi kebutuhan listrik, PLN akan memindahkan mobile power plant Lombok ke Bali atau Marine Vessel Power Plant dari Kupang. Sedangkan untuk memperkuat sistem kelistrikan di Bali selanjutnya, pembangunan transmisi Jawa Bali Connection (JBC) dapat menjadi solusi.

“Bali akan mendapatkan pasokan daya hingga 2000 MW melalui JBC ini. Kami targetkan tahun 2024 sudah dapat beroperasi,” jelas Astawa.

Dari sisi pembangkit, Direktur Operasi II PT. Indonesia Power Bambang Anggono menyampaikan bahwa ketersediaan energi primer untuk kebutuhan pembangkit listrik di Bali saat ini sudah terpenuhi. Selain itu, Bambang juga telah menyiapkan skema operasional pembangkit jika beban listrik di meningkat agar listrik di Bali tetap aman.

Tak hanya memiliki pasokan listrik yang andal dengan memanfaatkan energi ramah lingkungan, Bali juga diharapkan dapat mandiri energi seperti yang diungkapkan oleh Sekertaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mewakili Gubernur Koster.

“Meskipun saat ini listrik di Bali dipasok dari Jawa, kami juga mengarah pada Bali mandiri energi,” ucap Indra.

Usai pemaparan dan sesi tanya jawab mengenai kondisi kelistrikan di Bali, seluruh rombongan melakukan site visit ke PLTDG Pesanggaran dan berdiskusi dengan rekan-rekan di operation control room. Kunjungan ini merupakan rangkaian dari agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI setelah sebelumnya mengunjungi PLTU Tanjung Jati B Jepara Jawa Tengah, PLTU Paiton Probolinggo, dan PLTU Karang Kadri Cilacap. (wie)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan