RegionalTeras Berita

Potensi Ekowisata Penangkaran Curik Bali Berbasis Masyarakat

JEMBRANA – Pengembangan ekowisata curik Bali berbasis masyarakat antar stakeholder yang digagas tiga desa penyanding, yakni Gilimanuk, Blimbingsari, Melaya dan Sumberklampok, Grokgak, Buleleng itu, tadi pagi dibahas dalam rapat koordinasi sekaligus di lounching di aula Balai TNBB.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Role Model Pengembangan Ekowisata Curik Bali berbasis masyarakat Ali Purwanto, yang juga Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) wilayah l TNBB mengatakan, Ekowisata Curik Bali ini disusun dengan prinsip kemandirian.

Penyususnan konsep itu semua dirumuskan oleh ketiga desa penyanding tersebut. Mereka yang menyusun, mencari potensi lalu merumuskanya dan mereka juga yang akan melaksanakannya,

Sementara itu Kepala TNBB Agus Ngurah Krisna Kepakisan menyampaikan, saat ini perkembangan curik Bali di alam liar sudah semakin bertambah dan data terakhir ada 141 ekor. Selain itu curik Bali juga sudah berhasil ditangkarkan oleh masyarakat di tiga desa penyanding tersebut.

Selain curik Bali, TNBB memiliki potensi wisata yang sangat besar dan sudah mampu menarik wisatwan sebanyak 60 ribu orang dengan pemasukan sampai Rp.10 miliar.

“Kita melihat ada peluang ekonomi untuk masyarakat. Peluang itu masih sangat banyak selain atraksi sumber daya alam, juga potensi yang ada di tiga desa itu,” terangnya, Selasa (23/10/2018).

Melihat besarnya peluang itu maka ketiga desa penyanding tersebit lalu mewujudkan ekowisata curik Bali bernasis masyarakat antar stakeholder ini dilakukan dengan persiapan matang. Pihaknya bersama berbagai pihak terus mendampingi dan membina kertiga desa itu untuk membuat paket – paket wisata yang memanfaatkan potensi yang ada di desanya.

“Paket ini kita tawarkan kepada wisatawan melalui kelompok masyarakat (Pokmas) yang bergerak di pariwisata, oprator serta pelaku pariwisata,” jelasnya.

Secara garis besar, kata Krisna Kepakisan, ketiga desa penyanding itu memiliki berbagai potensi unggulan. Seperti Gilimanuk yang memiliki Teluk Gilimanuk, wisata mangrove, diving dan kuliner.

Desa wisata Blimbingsari, memiliki potensi kehidupan petani, pembuat gula aren, kebun coklat dan keindahan desa dan Sumberkelampok memiliki potensi pertanian dan penagkaran curik Bali.

“Untuk curik Bali sekarang sudah bisa dilihat di ketiga desa itu. Curik Bali itu ditangkarkan oleh masyarakat. Selain itu masyarakat juga bisa menjadi pemandu wisatawan serta menyedikan akomodasi,” tutupnya.(cok)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan