RonaTeras Berita

PSR – Lulusan UNHI Mesti Gigih Dalam Bertanding dan Bersanding

Foto - Putu Supadma Rudana.

DENPASAR – Berbicara dalam konteks wisuda Sarjana Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Anggota Komisi X DPR RI, Putu Supadma Rudana yang hadir dalam acara Wisuda yang digelar di Grand Hotel Inna Bali Beach, Sanur (14/11/2018) mengatakan Bali yang telah terkenal di seantero dunia karena pariwisatanya, budaya, seni dan ekonomi kreatifnya serta kearifan lokal yang merujuk pada Agama Hindu, patut kiranya memberikan apresiasi pada UNHI yang terus eksis di masa globalisasi ini dalam memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Dengan segala tantangan yang dimiliki diakui UNHI mampu menelorkan putra-putra terbaik negeri ini.

“Tantangan terbesar kedepan bagaimana para sarjana, cendikia ini bisa memberikan kontribusi bagi Bali dan hadir di berbagai bidang,” ucapnya.

Apalagi dalam persaingan global menghadapi era industri 4.0 para cendikia ini mesti hadir di garda terdepan dalam meraup peluang yang berbasis teknologi, tidak hanya berbekal ijazah saja.

“Mereka harus yakin memiliki ketangguhan (Persistance) seperti yang saya sampaikan tadi dalam bertanding dan bersanding dengan teman dan saudara-saudara mereka untuk berprestasi, berbakti dalam memberikan kontribusi bagi negara ini,” tukasnya.

Selain itu para cendikia Hindu ini bisa jadi pengawal agar Bali bisa tetap tergaung dengan baik, dicintai, diminati wisatawan mancanegara karena adanya nilai-nilai kearifan lokal tadi. Dalam perjalanan itu semua, saya tekankan kegigihan itu yang harus kita garis bawahi dan dibangun.

Lantas Supadma dalam kesempatan ini mendorong pemerintah provinsi Bali untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi cendikia Hindu.

“Kalau perlu setiap perusahaan diwajibkan menerima salah satu lulusan UNHI, lantaran merekalah yang faham akan seluk beluk adat, budaya, serta agama Hindu. Tujuannya tidak lain untuk menjaga kearifan lokal tersebut,” kata Supadma berinisiatif.

Supadma katakan dirinya tengah mendorong pemerintah pusat jangan cuma mengawal pendidikan tinggi saja, namun dari pendidikan dasar juga mestinya dikawal.

“Saya sudah ada satu blue print konsep, bagaimana perjalanan pendidikan umat Hindu kita dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Pun dari sisi anggaran, saya minta pemerintah pusat memberikan anggaran yang komprehensif. Buktinya saat ini anggaran kita naik, sedangkan yang lain turun,” ucap Supadma sumringah.

Dirinya juga mendorong sekolah Hindu untuk naik kelas. Ini perjuangan dirinya di pusat yang menjadi poin penting dan tidak lama lagi ini akan bisa terwujud.

“Kita juga kedepannya berusaha menghadirkan even-even tingkat dunia di Bali, ini juga dalam prioritas kami untuk dikawal anggarannya,” imbuhnya.

Kita berharap lembaga pendidikan Hindu memiliki semangat sinergitas dalam pengembangannya ke depan apalagi Komisi X bermitra dengan enam kementerian lembaga, ini yang mesti dimanfaatkan. “Kemarin baru saja kita dorong ‘World Forum On Creatif Economic’ di Nusa Dua. Dan itu bukti perjuangan gigih kita untuk diadakan di Bali. Momentum seperti inilah yang mestinya kita rebut,” kata Supadma mengingatkan.

Dalam kesempatan ini Putu Supadma Rudana juga menyerahkan bantuan senilai Rp. 100 juta dari museum Rudana kepada UNHI.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan