NasionalTeras Berita

PT CMNP Tanda Tangani Kerjasama Investasi Proyek Infrastruktur

Foto - Tito Sulistio.

BALI – Kerja sama konstruksi antara PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk dengan PT Girder Indonesia dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk pembangunan jalan tol ruas Ancol Timur Pluit (elevated) sebagai bagian penambahan ruang lingkup Jalan Tol ruas Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga/Pluit dan PT Citra Marga Lintas Jabar dengan PT Girder lndonesia dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk pembangunan North South Link Bandung sepanjang 14,3 kilometer sebagai bagian penambahan lingkup jalan tol ruas Soreang Pasir Koja diperkiraan total nilai investasinya sebesar 21.5 triliun rupiah. Begitu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), Tito Sulistio usai menghadiri serangkaian penandatanganan fasilitasi kerjasama investasi untuk beberapa jalan tol yang merupakan bagian dari pengembangan sektor-sektor prioritas di Hotel Nikko Bali Benoa, Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10/2018) yang dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta para stakeholder lainnya.

“Pada dasarnya dengan adanya perjanjian ini otomatis memberikan mandat pada Wijaya Karya untuk pengerjaan beberapa proyek yang dikerjasamakan dan kalau tidak aral melintang, administrasi lengkap, November kita akan ground breaking,” ungkap Tito.

Terkait dana pengerjaan proyek Tito katakan tidak ada masalah. Dan ia juga menegaskan proyek yang dikerjasamakan antara BUMN dan swasta tidak ada keterlibatan pemerintah.

“Seperti yang dikatakan pak Bambang proyek ini tidak menggunakan dana APBN sama sekali, murni swasta,” tegasnya.

Foto – Dirut PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), Tito Sulistio usai menghadiri serangkaian penandatanganan fasilitasi kerjasama investasi.

Lantas Tito juga beranggapan soal pendanaan proyek swasta dianggap cukup kuat untuk saat ini. Apakah dananya dari luar negeri atau dalam itu soal lain.

“Swasta itu punya fleksibilitas untuk cari dana, apalagi pemerintah juga langsung sudah membuat ekonomi kita kuat, sehat dan investor juga yang masuk banyak,” ujarnya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta para stakeholder lainnya yang juga hadir dalam kesempatan ini mengatakan, Kementerian PPN/Bappenas sangat mendorong pengembangan skema pembiayaan alternatif tersebut untuk memanfaatkan dana investor swasta melalui Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan skema PINA sehingga swasta dan badan usaha juga dapat bersama-sama pemerintah melaksanakan pembangunan Indonesia.

Pertemuan kerjasama tersebut diadakan di sela International Monetary Fund-World Bank Group Annual Meetings yang diselenggerakan 8-16 Oktober 2018. Pembiayaan proyek-proyek ini difasilitasi Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PlNA) Centerfor Private Investment atau yang juga dikenal dengan PINA Center Bappenas, entitas di bawah Kementerian PPN/Bappenas. Beberapa di antara proyek-proyek yang dibahas dalam pertemuan tersebut telah mencapai financial closing.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan