ParlementariaTeras Berita

Rai Wirajaya Ingatkan Jelang Coblosan Jangan Ada “Money Politics”

Foto - I Gusti Agung Rai Wirajaya.

DENPASAR – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan IGA Rai Wirajaya kembali mengingatkan jangan coba-coba ada yang melakukan money politics dalam Pileg dan Pilpres 2017 ini.

“Selain ancaman hukumannya berat baik yang memberi maupun yang menerima, money politics ini juga merusak demokrasi,” jelas Rai Wirajaya, Selasa (16/4/2019) di Denpasar.

Rai Wirjaya, politisi asal Peguyangan Denpasar yang ini menambahkan jika ada caleg yang melakukan politik uang demi meloloskan diri sudah dipastikan caleg tersebut akan berpikir bagaimana cara mengembalikan dana yang telah dikeluarkan. Dan kondisi ini berpotensi terjadinya korupsi. Diingatkan masyarakat saat ini sudah cerdas, sehingga saat memasuki masa tenang sudah pasti banyak orang yang memperhatikan terhadap penggunaan money politics.

“Kalau sampai ada caleg yang terbukti menggunakan money politics sudah dipastikan akan gugur. Kita harapkan hal seperti itu tidak terjadi di Bali maupun Indonesia. Sehingga ke depan negara Indonesia bisa lebih maju lagi dan tentunya peringkat korupsi di negara kita bisa turun menjadi lebih kecil,” harapnya.

Rai Wirajaya  mengakui, di Bali sendiri hingga saat ini belum ditemukan praktek money politics, yang ia tahu hanya terjadi di Sidoarjo saja.

“Kalau ada Calon DPR RI yang melakukan hal tersebut sudah dipastikan itu langkah yang sangat bodoh. Sebab sekarang ini zamannya keterbukaan. Medsos juga kuat sekali diupload pasti langsung tersebar kemana-mana,” jelasnya seraya menilai beberapa Calon DPR RI yang ditangkap menjelang pemilu sangat tepat, karena ketika caleg tersebut memenangkan pileg dan menjadi anggota DPR RI sudah pasti akan menjadi lebih berat lagi.

“Tertangkapnya kedua calon DPR RI kita patut bersyukur, sehingga pembahasan aspirasi masyarakat berjalan dengan baik dan tidak ada kendala ke depannya,” imbuh Rai Wirajaya. Dikatakan, dirinya sangat mendukung adanya upaya hukum yang ditegakkan dengan baik kepada siapapun, termasuk juga dengan dirinya yang harus bisa introspeksi diri.

Di sisi lain, Rai Wirajaya yang juga Calon DPR RI dapil Bali nomor urut 4 dari PDI Perjuangan ini mengaku optimis pemilih pada Pileg dan Pilpres 17 April ini akan meningkat.

Seperti yang terjadi di luar negeri. Eforia pemilih sangat tinggi tersebut dilihat dari WNI (Warga Negara Indonesia) yang menetap di luar negeri sampai rela mencari TPS dengan jarak tempuh yang jauh hanya untuk menggunakan hak pilihnya saja.

Tingginya animo masyarakat Indonesia di luar negeri untuk memilih, diharapkan juga terjadi di Indonesia untuk tidak ada yang Golput. Sekaligus bisa menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah terjadinya money politics di wilayahnya.

“Demi menyukseskan pemilu yang bersih, para caleg juga harus mempunyai jiwa besar, legowo atas pilihan rakyat. Menang kalah merupakan hal yang biasa,” ujar Rai Eirajaya seraya mengajak agar warga beramai-ramai datang ke TPS untuk nyoblos sesuai pilihannya. (rmc)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan