RonaTeras Berita

Relawan De Gadjah – Maknai Idul Adha Melalui “Solidaritas Tanpa Batas” Bagikan Daging Kurban

Denpasar – Hari Raya Idul Adha yang dimaknai umat Muslim sebagai hari kurban begitu hikmat dirayakan di berbagai wilayah di Bali. Hal itu juga dapat dilihat diwilayah Munang-Maning Denpasar, khususnya di Posko Relawan De Gadjah dan diwilayah Jalan Kelimutu.

Hal yang menarik dari perayaan hari kurban di dua tempat ini dimana umat Hindu dan Muslim berbaur menjadi satu untuk memotong hewan kurban. Bahkan, dari sebagian hewan kurban, kambing di Posko Relawan De Gadjah juga disumbangkan dari warga Hindu Bali yang menjadi Relawan De Gadjah.

“Kita di relawan De Gadjah rutin melakukan kegiatan ini setiap perayaan Idul Adha. Begitu juga sebaliknya saat perayaan Galungan. Untuk hari Idul Adha kali ini, Relawan De Gadjah melakukan kurban sebanyak 17 ekor kambing,” ucap Made Muliawan Arya yang akrab disapa De Gadjah selaku Ketua Relawan De Gadjah yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar.

Suasana sangat harmonis juga dirasakan di wilayah Kalimutu Monang-Maning. Setidaknya di tempat ini ada beberapa titik pemotongan hewan kurban. Secara keseluruhan dari data panitia hewan kurban di wilayah Kalimutu menyebut ada 35 ekor kambing dan enam ekor sapi yang di kurbankan.

Koordinator Relawan De Gadjah, Putu Trisnajaya menyatakan tradisi tiap tahun yang diselenggarakan mulai 2013 ini dilakukan masyarakat sekitar yang tergabung dalam komunitas Relawan De Gadjah. Menurutnya, suasana ini rutin dilakukan sebagai ungkapan saling menghargai dan berbagi dengan warga sekitar yang kurang mampu.

Putu Trisnajaya yang juga selaku Perbekel (Kepala Desa) Tegal Kertha juga menuturkan sedikitnya terdapat 250 kupon untuk pembagian daging kurban yang dibagikan pada fakir miskin dan warga yang kurang mampu sehingga mereka juga bisa menerima berkah dari hari raya Idul Adha tahun ini.

Total 17 ekor kambing yang dipotong, tiga diantaranya juga diserahkan pada masing-masing warga kurang mampu untuk melangsungkan pemotongan sendiri.

“Kami mengharapkan kegiatan ini terus berlanjut kedepan dan memberi manfaat kepada warga yang kurang mampu di sekitar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Qurban yang juga salah satu Relawan De Gadjah, Cucuk Handono mengatakan seperti motto dari relawan yakni “Solidaritas Tanpa Batas”, bahwa istilah itu bukan hanya kata-kata belaka tetapi wujud nyata soliditas semua relawan De Gadjah untuk bersatu, berbagi rasa dan suasana persaudaran satu sama lain tanpa membedakan Suku, Agama Ras atau golongan tertentu.

“Setelah melangsungkan sholat Idul Adha, kami berkumpul di Posko dan mulai pemotongan pukul 09.00 Wita. Tak hanya umat muslim saja yang melakukan pemotongan, disini juga ada warga Hindu, kristen dan lainnya berkumpul bersama saling bantu dan berbagi,” terangnya.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan