EkbisTeras Berita

Satgas Rafi Pertamina Siap Amankan Ketahanan Stok BBM dan Elpiji

(Foto/Tim)

DENPASAR – Seperti tahun-tahun sebelumnya PT Pertamina MOR V Bali-NTB menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) khususnya Ramadhan dan Idul Fitri 2019 tetap menyiagakan armadanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas Rafi) tetap menyiapkan ketahanan stok melalui 192 SPBU yang tersebar diseluruh Bali dengan depot sulai ada di Sanggarana dan juga Terminal Transit Manggis.

“Kapasitas di Manggis mencapai 100 ribu KL, sedangkan Sanggaran 40 ribu KL yang ada di Sanggaran, baik itu untuk BBM Premium, Pertalite, Dexlite dan sebagainya. Kita amankan stok dalam18 hari kedepan, jadi suplai ke masyarakat jelang hari raya dan pasca hari raya aman,” ujar Branch Marketing Manager PT. Pertamina Bali & NTB, Fedy Alberto disela acara kerjasama antar BUMN, Pertamina bersama Bank Mandiri dalam melaunching program bertajuk SKIDLITE yaitu pengisian Dexlite ke armada Skid Tank SPPBE dan agen LPG di wilayah Bali dengan menggunakan e-money. Launching yang dilaksanakan di SPBU COCO Nomor 51.801301, Jalan Hayam Wuruk Denpasar ini dihadiri Regional CEO Bank Mandiri Bali Nusa Tenggara, Rully Setiawan, Ketua Hiswana Migas Bali, Dewa Ananta serta para Agen, Kamis (2/4/2019).

Penambahan stok diakui Fedi rata-rata 7 persen sampai 10 persen dari kebutuhan normal harian. Artinya yang awalnya kebutuhan rata-rata harian 3.200KL, tapi menyambut HBKN ditingkatkan rata-rata menjadi 3.600 sampai 3.700KL tiap harinya.

“Ketahanan stok ini sampai pasca Idul Fitri, atau 15 hari setelahnya,” tukasnya.

Satgas Rafi bergerak lebih kurang selama satu bulan. Persiapan mulai saat ini sudah dilakukan, semua akan dipantau jangan sampai ada SPBU yang kesannya kosong, distribusi juga aedang berjalan.

(Foto/Tim)

Disamping itu juga dari sisi Elpiji, dikatakan Fedi untuk Elpiji 3kg pihaknya telah mengantisipasi dengan ditambahnya pasokan antara 4 persen hingga 7 persen alokasinya ditambah. Jadi stu minggu jelang lebaran akan ditambah lagi sekitar 10 persen dari kebutuhan normal harian atau sekitar 800 metrik ton per harinya.

Fedi juga menjelaskan karakter antara BBM dan Elpiji agak beda. Jadi menurutnya untuk elpiji stoknya dipenuhi sejak awal karena perputarannya ada pertukaran tabung tapi kalau BBM bisa langsung diisi.

Dalam kesempatan ini Ketua Hiswana Migas Bali, Dewa Ananta juga menimpali apa yang disampaikan Fedi dengan mengatakan, antisipasi HBKN pihaknya telah mengajukan “tebusan” tambahan sesuai dengan kebutuhan sehingga pihaknya memiliki ketahanan yang kuat dalam menyambut hari raya.

“Sesuai dengan arahan Pertamina, tentu kami harus tetap menyediakan pasokan dari setiap bidang usaha, sehingga tidak terjadi kelangkaan ataupun kurangnya pasokan,” ucap pria bertubuh gempal ini. (wie)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan