RegionalTeras Berita

Tasyakuran PSHT Nusa Penida Iringi Pengesahan Warga Baru Tingkat Satu

(foto : Ist) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar Tasyakuran dan Pengesahan/Wisudawan Warga Baru Tingkat satu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Nusa Penida.

KLUNGKUNG – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar Tasyakuran dan Pengesahan/Wisudawan Warga Baru Tingkat satu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Nusa Penida, Klungkung yang dihadiri Muspika, perwakilan PSHT pusat Madiun dan para orang tua di GOR Nusa Penida, Klungkung, Sabtu (14/9/2019) malam.

Perguruan yang berpusat di Madiun, Jawa Timur ini didirikan oleh Ki Ageng Ngabehi Suro Diwiryo (Hyang Suro) yang memiliki motto “Mendidik Manusia Berbudi Pekerti Luhur Tahu Benar dan Salah Lan Memayu Bayuning Bawana”.

Ketua Ranting (PSHT) Nusa Penida, Gede Mahesa Arya Wisesa asal Suana, Nusa Penida yang lama merantau di luar Bali tapi saat ini kembali ke kampung halamannya untuk mengabdi pada kesempatan ini mengatakan, mengamalkan Tri Hita Karana sesuai ajaran Hindu.

“Organisasi ini termasuk yang terbesar di dunia yang sebentar lagi akan berusia satu abad,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini 69 calon warga baru dilantik. Bagi siswa putri yang berhalangan tidak diperkenankan mengikuti pelantikan. Disampaikan bagaimana konsep nyama beraya apalagi di Bali menjunjung tinggi toleransi dalam keragaman.

Dipesankan kepada warga baru PSHT untuk selalu menjaga marwah organisasi. Pria yang berusia 26 tahun ini menyampaikan banyak terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga terselenggaranya pelantikan ini.

Prosesi pelantikan warga baru ini menjadi menarik pasalnya dibarengi dengan tasyakuran dengan mempersembahkan 8 tumpeng lengkap dengan ayam ingkungnya dan bermakna di antaranya tumpeng Megono yang didalamnya ada inkung ditutup dengan nasi gurih, filosofinya tidak boleh sombong sebagai manusia meskipun telah berilmu.

“Jadi semua persembahan ini ada filosofinya,” ucap Mahesa.

Ketua PSHT Provinsi Bali Drs. H. Djuworo, SE., disela sambutannya menyampaikan kebanggaannya karena PSHT bisa diterima oleh masyarakat Bali, apalagi warga baru Ranting Nusa Penida yang dilantik semua putra daerah alias putra-putri asli Nusa Penida.

“Biasanya kalau di tempat lain hanya ada 5 paling banyak putra asli, tapi Nusa Penida memang lain, animonya sangat besar,” katanya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Ia juga mengungkapkan perkembangan awal berdiri tahun 1992 hingga kini cukup membanggakan, di mana saat ini anggota PSHT sudah mencapai 1700 lebih.

“Awalnya hanya 20 orang saja, tahun 1992, tapi sekarang sudah menyebar ke seluruh pelosok pulau Bali,” ucap mantan pegawai Dinas Perhubungan Bali ini.

Ia beralasan bisa diterimanya PSHT ini karena organisasi ini untuk menjalin persaudaraan yang seiring dengan konsep “nyama beraya” masyarakat Bali, jadi bukan untuk mencari musuh.

Disebutkan juga PSHT banyak mencetak atlit pencak silat yang kerap berpartisipasi dalam ajang kompetisi pencak terutama dalam mendukung kegiatan olahraga didaerah. (red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan