EkbisTeras Berita

Terapkan E-retribusi Tingkatkan Pendapatan Pasar

(Foto/Tim)

DENPASAR – Dalam mendorong terciptanya akuntabilitas serta transparansi BPD Bali mendorong diberlakukannya E-retribusi pasar. Rencananya akan ada 30 pasar yang akan menerapkan E- retribusi di seluruh Bali, termasuk di dalamnya Pasar Badung. Hingga kini sudah ada 5 pasar yang telah menerapkan E-retribusi.

“BPD pada prinsipnya sudah siap, tinggal bagaimana kesiapan masing-masing pasar nantinya,” begitu disampaikan Dirut BPD Bali, I Nyoman Sudharma disela peluncuran E-retribusi di Pasar Agung Peninjaoan, Denpasar, Jum’at (12/4/2019)

Seperti diketahui dengan mulai diterapkannya digitalisasi retribusi tidak sekoyong-konyong bisa berjalan mulus, pasalnya perlu edukasi dan sosialisasi secara berkesinambungan. Kendalanya tidak semua faham akan teknologi, apalagi buat yang sudah berumur tentu perlu waktu untuk memahami, begitu diungkapkan Dirut BPD.

E-retribusi yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) penetrasinya di Bali sudah cukup bagus, bahkan bisa dikatakan untuk Wilayah Timur, Bali bisa jadi percontohan.

(Foto/Tim)

Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana atau yang kerap disapa CIK pada kesempatan ini menyampaikan, proses elektronifikasi di pemerintah juga berjalan baik dari sisi penerimaan, (red, pajak) sedangkan untuk pengeluaran sedang berproses misalnya retribusi pasar ini.

Dengan mulai diberlakukannya transaksi secara online diakui CIK untuk menciptakan akuntabilitas juga transparansi. Ia juga tidak menampik jika dikatakan pungutan retribusi online ini cara untuk menghindari kebocoran serta meningkatkan pendapatan daerah yang biasanya dilakukan secara manual.

“Dari yang kami data, misal Tabanan, sejak diberlakukannya retribusi online terjadi peningkatan retribusi parkir yang di pelataran dalam sebesar 200 persen,” sebutnya, sembari berharap e-retribusi pasar pun demikian.

Dari sisi OJK, melalui program inklusi keuangan akan terus mendorong program E-retribusi. Target inklusi keuangan OJK secara nasional 75 persen. Tentunya program semacam ini akan sangat mendukung untuk pencapaian tingkat inklusi.

“Kedepannya bukan hanya E-retribusi saja, tapi ada juga Basic Saving Account (BSA). Dan jika ini juga bertumbuh, bisa jadi terjadi efisiensi karena BSA inikan tidak terlalu besar biaya yang dikeluarkan,” ujar Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusra’ Elyanus Pongsoda yang juga hadir pada kesempatan ini.

(Foto/Tim)

Menurutnya dalam rencana bisnis BPD dalam tahun ini KUR yang akan disalurkan mencapai Rp950 miliar, OJK akan dorong kesana juga, apalagi pencapaian tahun lalu hampir 100 persen dengan nilai NPL yang sangat rendah.

“Kita juga berharap pedagang yang ada di Pasar Peninjaoan bisa masuk akses KUR, apalagi dengan bunga 7 persen. Jadi E-retribusi langkah awal, jalan masuk untuk akses yang lebih luas,” pungkasnya. (zar)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan