Rona

Togar Situmorang, Hari Kesaktian Pancasila Momentum Untuk Diresapi, Dirasakan dan Diamalkan

(Foto/ist)

 

DENPASAR – Seperti tahun-tahun sebelumnya bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila tiap tanggal 1 Oktober. Peringatan tersebut dilakukan secara rutin salah satunya agar masyarakat Indonesia mengetahui sejarah bangsa yang berharga.

“Semangat di hari Kesaktian Pancasila ini memang harus diresapi dan dirasakan serta diamalkan. Dimana didalam momentum yang sangat berbahagia ini kita harus tetap semangat. Apalagi kita dalam masa-masa pandemi covid-19 yang sangat memberikan dampak buruk bagi negara,” ucap Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., Kamis (1/10/2020) di Denpasar.

Terdapat dua peringatan terkait Pancasila yakni pada 1 Juni sebagai hari kelahirannya dan 1 Oktober yang ditetapkan sebagai hari kesaktiannya. Selain itu, advokat yang juga sebagai Ketua Hukum dari RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo Jombang Jawa Timur ini mengungkapkan Pancasila dicoba diganggu oleh berbagai pihak. Namun Pancasila masih tetap “sakti” untuk dapat digoyahkan.

Pancasila pada hakekatnya merupakan suatu jalan pikiran dan dasar falsafah hidup bangsa Indonesia. Nilai yang tercakup didalamnya tak dapat dipisahkan sebab telah menjadi kepribadian bangsa Indonesia sejak dulu dan terus berkembang hingga kini.

Alasan dibalik kesaktian tersebut memiliki makna penting bahwa Pancasila adalah dasar negara yang tak boleh diubah oleh siapapun. Namun tidak hanya itu saja, dan pada hari yang sama juga bertepatan dengan hari ulang tahun ibu negara Hj. Iriana Joko Widodo yang ke-57 tahun.

“Bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila tidak ketinggalan juga saya pribadi mengucapkan selamat ulang tahun untuk Ibu Hj. Iriana Joko Widodo. Di hari berbahagianya, masyarakat Indonesia juga berharap bisa membangun semangat perempuan Indonesia serta bisa menjadi tokoh panutan wanita Indonesia dan dunia. Dan kami dari Law Firm Togar Situmorang mengucapkan selamat Hari Kesaktian Pancasila dan selamat hari ulang tahun untuk Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo. NKRI harga mati!,” tutup advokat yang juga anggota Tim 9 Investigasi Komnaspan RI. (red)

 

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan