Hukrim

Togar Situmorang Rayakan Galungan Kuningan Tetap Ikuti Prokes Covid-19

Foto: Togar Situmorang, SH., MH., MAP.

 

DENPASAR – Hari Rabu tanggal 16 September 2020, umat Hindu merayakan hari suci, Hari Raya Galungan. Berbeda dengan Hari Raya Galungan enam bulan lalu atau tepatnya di bulan Februari 2020, ketika penyebaran virus corona belum signifikan. Saat ini, dimana kondisi penyebaran covid-19 sangat memukul seluruh sendi kehidupan sehingga berdampak terhadap perekonomian.

Bagi umat Hindu, tentu merayakan hari suci utamanya Galungan dan Kuningan akan sangat terasa tantangannya. Bukan hanya dari segi kesiapan keuangan untuk membuat bebantenan serta persiapan hari raya, namun Galungan yang merupakan salah satu hari raya terbesar dan paling meriah bagi umat Hindu juga mesti diantisipasi agar perayaan setiap 6 bulan sekali tersebut jangan sampai menimbulkan keramaian atau kerumunan.

Advokat Togar Situmorang, S.H., M.H., MAP., yang masuk ke dalam Tim 9 Investigasi Komnaspan RI mengingatkan dalam merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan ini harus tetap mengikuti arahan dari pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan bertanggungjawab.

Terlebih angka kasus covid-19 dalam beberapa hari terakhir terus meninggi. Togar Situmorang pun berharap protokol kesehatan benar-benar dipatuhi sehingga umat Hindu bisa merayakan hari suci Galungan dengan sehat dan aman dari covid-19.

“Hal ini jangan dianggap enteng, karena kalau dianggap remeh bisa berakibat fatal bagi masyarakat luas,” tegas Togar Situmorang, Selasa (15/9/2020) di Denpasar.

Pemerhati kebijakan publik ini menuturkan perang melawan wabah covid-19 justru terus berlanjut sampai sekarang yang kita sama-sama tidak tahu kapan berakhir. Kondisi ini juga membuktikan pengobatan alternatif covid-19 yang diperkenalkan kepada masyarakat belum menunjukkan efektivitasnya.

“Tetapi esensi hari rayanya tidak mungkin berkurang, karena Hindu mengajarkan kita beryadnya sesuai kemampuan dan memang terdapat tingkatan yadnya baik nista, madya, utama,” tutur Ketua Hukum dari RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo Jombang Jawa Timur.

Dirinya pun mengajak umat Hindu untuk beryadnya sesuai kemampuan. Sehingga bisa menenuhi kebutuhan yang lain.

“Kita berharap dalam momentum kebahagiaan Hari Raya Galungan dan Kuningan ini dalam memperingati kemenangan Dharma melawan Adharma sebagai titik awal keluarnya kita dari permasalahan tentang covid-19 yang sudah berbulan-bulan kita menghadapinya,” ungkap advokat yang sering disapa “Panglima Hukum”.

“Agama Hindu itu mengajarkan kedamaian dan ketulusan, jadi berhariraya tetap bisa dikondisikan sesuai keadaan asalkan niat bakti kita kepada Sang Pencipta adalah tulus dan ikhlas sesuai kemampuan. Dan kami dari Law Firm Togar Situmorang mengucapkan Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan dumogi irage sareng sami polih kerahayuan,” ucap advokat yang telah lama menetap di Bali dan menjadi krama Bali. (red)

 

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan