HukrimTeras Berita

Vonis Ringan Ditengarai Menjadi Penyebab Peredaran Narkoba di Bali Masih Tinggi

(foto – Tim) BNN dalam kegiatan layanan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) dan agen pemulihan di Denpasar

DENPASAR – Kerja keras aparat kepolisian serta BNNP Bali dalam pemberantasan narkoba di wilayah Bali tampaknya sia-sia. Pasalnya, salah satu faktor maraknya kasus peredaran gelap narkotika di Bali tak lepas dari vonis ringan yang diterima para pelaku baik pengedar maupun bandar.

Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa saat ditemui usai mendampingi Sekretaris Utama BNN RI Irjen Pol. Adhi Prawoto dalam kegiatan layanan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) dan agen pemulihan, mengatakan, dalam kasus narkotika ada beberapa hukuman yang diberikan sesuai dengan pasal.

Untuk kasus narkoba yang masuk dalam kategori kelas 1, minimal hukuman 4 tahun, kelas 2 minimal 2 tahun, dan untuk kelas 3 minimal hukuman yang dijatuhkan 1 tahun.

“Kalau di bawah kelas-kelas itu, perlu dipertimbangkan lagi, supaya diperberat hukumannya. Undang-undang narkotika nomor 35 tahun 2009, kan sudah mengatur seperti itu. Vonis yang dijatuhkan minimal, bukan maksimal. Namun demikian, saya tidak akan mencampuri masalah itu (vonis ringan),” ucapnya.

Disinggung belakangan terjadi kecenderungan peningkatan dari yang semula pemakai menjadi pengedar atau bahkan menjadi bandar, Brigjen Suastawa mengungkapkan hal itu terjadi karena uang.

“Dia dulunya uangnya habis dipakai beli, dan kemudian mengerti mencari uang dengan menjadi pengedar gampang, berubahlah dia. Ngerti pangsa pasar, ngerti rekanan, ngerti sindikasi luar, makanya dia menjadi kurir atau bandar,” paparnya.(awd)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan