Sports

Wadah Esports Bali Resmi Dibentuk, Jelang PON XX 2020

Foto: Jajaran Pengurus Provinsi ESI Bali masa bhakti 2020-2024.

 

 

DENPASAR – Jelang perhelatan pesta olahraga PON XX – 2020 di Papua tanggal 20 Oktober – 2 November nanti, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), secara resmi mengesahkan kepengurusan atau Personalia Pengurus Besar Esports Indonesia Tingkat Provinsi masa bhakti 2020 – 2024, termasuk diantaranya Pengurus Provinsi ESI Bali.

Wadah organisasi PB Esports Indonesia dibuat berdasarkan kesepakatan bersama Simposium Olahraga Esports pada tanggal 3 Oktober 2019 di Jakarta yang dihadiri para pemangku kepentingan dan komponen olahraga Esports di tanah air. Selanjutnya, dalam Rapat Dewan Pendiri PB ESI pada tanggal 13 Januari 2020, untuk Periode Pertama telah memilih dan menetapkan Jenderal Polisi (P) Profesor Dr. Budi Gunawan, sh, M.Si sebagai Ketua Umum PB ESI, begitu diungkapkan Agung Gde Harya selaku Ketua Harian di Denpasar, Jumat (13/3/2020) lalu.

Lebih lanjut ia menjabarkan, pembentukan kepengurusan Pengprov ESI pada tanggal 3 Maret 2020 dalam rangka mengelola, membina dan mengembangkan atlet olahraga Esports yang berprestasi di tanah air menuju prestasi kelas dunia.

“ESI Khusus di Bali, selain telah dibentuk kepengurusan Pengprov ESI Bali, juga telah membentuk Pengda ESI Kabupaten/Kota melalui rekrutmen dan mencari yang dipilih figur-figur yang kompeten dan mendukung semangat tinggi dalam memajukan Esports. Terlebih di Bali, gamer milenial pernah menorehkan prestasi juara 2 Nasional tingkat SMA dan 8 besar Piala Presiden,” ucapnya bangga.

Menurut rencana, tambahnya, pelantikan Personalia Pengprov ESI akan dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2020 secara On-line, bersamaan dengan kerangka menjajal kualitas fasilitas media teknologi (IT) yangmana di dalam Esport yang sesuai dengan jaringan TI dalam pemgoperasian game.

Lantas ia juga menjelaskan susunan Pengprov ESI Bali masa bhakti 2020 – 2024 yaitu, Bambang Yogaswara (Ketua Pengurus); A.A Gde Harya Putra (Wakil Ketua Pengurus / Ketua Harian); I Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida (Sekretaris); Adi Wiratama laksana Putra (Wakil Sekretaris); Sudadi Murthado (Bendahara); Agung Bagus Pratiksa Linggih (Wakil Bendahara); I Putu Agus Swastika (Ketua Bid. Organisasi); Dewa Ngakan Putu Yudha Pratama (Ketua Bid. Wasit dan Pelatih) dan Gusti Lanang Agung Raditya Putra (Ketua Bid. Kompetisi, Atlet dan Prestasi)

Dikatakan juga, Game Esport yang dipertandingkan dalam SEA Games 2019 antara lain dikategorikan ke dalam dua konsol game (NBA 2K19 dan Tekken 7), dua game PC (Dota 2 dan StarCraft II), dan game mobile dua (Mobile Legends dan Arena of Valor).

Seperti diketahui, Mobile Legends adalah game yang dikembangkan dan dirilis oleh pengembang Moontoon. Game ini dapat dimainkan di platform mobile Android dan iOS. Game MOBA satu ini berhasil dimainkan para gamer di Indonesia sejak tahun 2016. Permainan ini dimainkan sebanyak 10 orang yang terbagi menjadi 2 tim. Permainan dimulai dengan setiap pemain memilih 1 pahlawan dari daftar pahlawan yang dapat diakses oleh pemain. Pahlawan yang tersedia adalah pahlawan yang telah dibeli dan pahlawan yang sedang “dipinjamkan ‘kepada pemain gratis oleh sistem. Dengan kata lain, tidak semua pahlawan dapat langsung dimainkan. Lama permainan mencari lebih kurang 15 menit untuk 1 ronde. menghancurkan base lawan.

Tim Mobile Legends Indonesia memperoleh hasil perak pada ajang SEA Games 2019. Sebagai pemain timnas adalah pemain empuk Evos Legends yang berhasil menjuarai M1, M1 adalah Kejuaraan Dunia nya Legenda Seluler Kompetisi tingkat dunia Ponsel legenda seperti Gustian (Rekt), Muhammad Ridwan (Wann), Eko Julianto (Oura), dan Yurino Putra (Donkey). Selain mereka, timnas Mobile Legends Indonesia juga berisikan pemain lain, termasuk Teguh Iman Firdaus (Pyschoo), dan Andriand Larsen (Drian) yang merupakan Onic Esports. M1 adalah World Championship Mobile Legend Kompetisi tingkat dunia mobile Legend. (red)

 

 

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan