RegionalTeras Berita

Wagub Bali – Pelepasan Tukik Tandai Pembukaan Petitenget Festival

Foto - Wagub Bali saat melepas tukik dipembukaan Petitenget Festival.

BADUNG – Petitenget Festival yang baru pertama kali digelar diresmikan pembukaannya, Jumat (24/9/2018) malam ditandai dengan pemukulan lesung secara kompak dan bersama-sama. Sebelum pembukaan Wagub bersama ratusan undangan yang hadir melakukan pelepasan ratusan tukik di pantai Petitenget sore harinya.

Pemukulan lesung di atas panggung terbuka dilakukan Wagub Bali Dr. Ir. Cokorda Artha Ardhana Sukawati bersama Anggota DPR RI Dapil Bali yang juga tokoh Kerobokan AA Bagus Adhi Mahendra Putra, Bupati Badung Giri Prasta dan Ketua DPRD Badung Dr. Putu Parwata, Bendesa Adat Kerobokan dan Ketua Panitia Petitenget Festival.

Foto – Wagub Bali disela pembukaan Petitenget Festival bersama stakeholder yang hadir.

Wagub yang kerap disapa Cok Ace dalam sambutannya memuji pelaksanaan Petitenget Festival yang bukan saja berlangsung penuh kemeriahan juga dinilainya memiliki arti penting bagi perekonomian Bali. Pasalnya keberadaan Petitenget telah memberi kontribusi penting bagi pertumbuhan pariwisata yang berdampak terhadap pendapatan masyarakat dan daerah.

“Kerobokan bukan hanya menjaga Bali dengan beragam potensi yang dimilikinya, tapi juga bisa memberi kehidupan bagi masyarakat di seluruh Bali dengan kontribusi pariwisatanya,” ujar Cok Ace. Kerobokan juga menyimpan potensi kesenian yang luar biasa seperti ada wayang wong, tari Tenun dan kesenian lainnya.

Sementara Bupati Badung Giri Prasta dalam sambutannya yang diawali dengan menyampaikan dua buah pantun mengatakan Badung komit menjaga pariwisata. Bahlan Bupati yang dikenal ‘bares’ ini mengaku akan total menjaga pariwisata untuk mensejahterakan masyarakat. Dijelaskan Badung memiliki banyak warisan baik warisan alam, desa wisata, eko wisata, warisan kesenian dan lainnya. Dengan begitu besarnya potensi itu, ia yakin Badung khususnya Kerobokan ke depan akan jadi pariwisata internasional. Untuk menuju ke arah itu, Giri Prasta mengatakan pihaknya sudah memikiki blue print pariwisata. Penataan kawasan pariwisata akan dilakukan secepatnya. Nantinya semua kabel baik itu telepon maupun listrik akan berada di dalam tanah.

“Rasanya kalau saya bawa anggaran Rp 500 miliar ke daerah ini, APBD Badung tak akan ‘kepeh’. Yang penting masyarakatnya bersatu,” ujar Bupati dengan nada enteng.

Foto – Masyarakat yang turut melepas tukik.

Ketua Panitia Petitenget Festival AA Bagus Bayu Joni Saputra dalam laporannya menyampaikan Pemkab Badung mendukung penuh festival ini dengan memberi bantuan Rp 2 miliar. Festival Petitenget yang mengangkat tema ‘Experience Centuries in The Making” dengan ikon “Bhuto Ijo” diharapkan bisa menghidupkan budaya, kesenian dan pariwisata di daerah ini. Pembukaan Petitenget Festival diakhiri dengan penandatanganan buku panduan pariwisata.(red)

 

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan