Nasional

ARAK Bali Dorong Erick Tohir Mundur dari Jabatan Menteri BUMN, Ini Alasannya

Spanduk berisi tulisan #erickout saat dibentangkan ARAK Bali. (FOTO : ist)

DENPASAR – Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) Bali menggelar aksi dengan memasang baliho, baner dan spanduk berisi #erickout di jalan-jalan protokol di Denpasar. Mereka menganggap Erick Tohir gagal menjalankan amanatnya sebagai Menteri BUMN.

“Kenapa kita mengatakan Erick gagal, kenapa kita untuk meminta Erick out, karena ketika Pilpres 2019 kita yakin Jokowi mampu mewujudkan Nawa Cita nya, dengan syarat Jokowi harus dibantu oleh menteri-menteri yang memiliki kapasitas kerja, menteri-menteri yang tidak pencitraan saja dan menteri-menteri yang tidak buat gaduh saja,” ucap Octav NS selaku koordinator Aliansi ARAK Bali, Selasa (22/9/2020) di Denpasar.

Ditambahkan pula, saat ini lebih dari 4.000 pekerja BUMN di PHK, serta ratusan karyawan lainnya tidak dibayar gajinya selama berbulan-bulan.

“Parahnya lagi, belasan ribu karyawan BUMN yang masih bekerja gajinya dipotong dan tidak dibayar utuh,” ujarnya dengan didampingi Sekretaris ARAK Bali Kadek Agus Ekanata.

Selain itu dikatakan Octav, di bawah kepemimpinan Eric Tohirk banyak perusahan BUMN mengalami kerugian seperti Pertamina rugi Rp11 trilyun, laba PGN ambruk 87 persen, Garuda rugi Rp10 trilyun, PT KAI rugi Rp1,3 trilyun, Antam, PLN, Angkasa Pura 1 dan 2, E Comerce Blanja.com ditutup dan masih banyak yang lainnya.

“Kegagalan Erick Thohir memimpin BUMN semakin sempurna dengan bertambahnya utang BUMN dan dibentuknya struktur jabatan yang tidak efisien dan boros seperti staff khusus direksi bergaji Rp50 juta perbulan dengan jumlah yang sangat mungkin mencapai ribuan orang, Advisor yang konon digaji Rp25 juta perbulan dengan jumlah yang juga bisa mencapai ribuan orang,” bebernya.

Octav juga mengungkapkan bahwa penempatan ribuan Direksi dan Komisaris yang tidak transparan dengan penilaian kemampuan yang sangat subjektif serta beraroma koncoisme juga memperparah kondisi BUMN serta membuat BUMN semakin tidak profesional.

Tidak hanya itu ungkap Octav, Erick Tohir yang diangkat sebagai Ketua Pelaksana Penanggulangan dan Penanganan Covid-19 telah gagal total.

Saat Erick Thohir ditetapkan menjadi Ketua Pelaksana PEN dan Penanganan Covid-19 tanggal 20 Juli 2020, korban meninggal akibat Covid 19 berada diangka 4.239 orang dan yang tertular 88.214 orang. 70 hari kemudian, 20 September korban corona meninggal 9.444 orang atau naik 118 persen, yang tertular 240.687 orang atau naik 172 persen.

“Kegagalan Erick Thohir lainnya juga terlihat dalam program vaksin Corona yang dipublikasikan akan kita dapatkan 250 juta dosis dari Sinovac China. Angka itu tidak masuk diakal karena kapasitas pabrik Sinovac Biotech di Beijing di atas tanah 70.000 meter persegi hanya mampu memproduksi 100 juta dosis vaksin pertahun. Angka yang mirip dengan kapasitas produksi vaksin Rusia yang rata rata berkisar sekitar 9 juta dosis perbulan,” kata Octav.

Senada, Kadek Agus Ekanata juga mengungkapkan bahwa Bali sudah jelas dalam mendukung ke Presiden Joko Widodo dalam memenangkan Pilpres 2019 hingga memperoleh 92 persen suara.

Namun sebagai daerah tujuan wisata, Bali justru belum merasakan sentuhan optimal program pemulihan dari PEN. Malah belakangan Bali menjadi Propinsi tertinggi hunian RS hampir 100 persen penderita Covid-19.

“Untuk itu, kami Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) Bali menilai Erick Thohir gagal mengemban mandat sebagai Ketua PEN dari Presiden Joko Widodo, dan sudah sepantasnya mundur dari Kabinet Indonesia Maju,” tegasnya. (awd)
Teras Bali News

Tinggalkan Balasan