ParlementariaTeras Berita

Atasi Kroposnya Demokrat Bali, Petinggi DPP Demokrat Segera Turun ke Bali

Foto - Putu Supadma Rudana.

DENPASAR – Perkembangan terbaru soal gonjang ganjingnya DPD Demokrat Bali yang dipimpin I Made Mudarta, Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta jajaran DPP menelusuri kebenaran kroposnya mesin Partai Demokrat di Bali. Bahkan kabarnya Demokrat bakal menurunkan jajarannya ke Bali untuk menelisik kondisi mesin partai yang kondisinya lemah yang terungkap dalam survei internal.

Sumber yang kompeten di Demokrat Bali menyebutkan DPP Demokrat sendiri telah menggelar rapat lagi menindaklanjuti hasil survei Roda Tiga Consulting (RTC) dengan evaluasi mesin partai, termasuk di Bali yang berada dibawah kendali Mudarta. Belakangan dalam survei diketahui mesin Partai Demokrat Bali memang kropos. Dalam waktu dekat petinggi DPP turun ke Bali.

“Padahal partai sedang menghadapi Pileg dan Pilpres 2019, survei menunjukan mesin partai lemah. DPP Demokrat segera turun ke Bali melakukan penelusuran. DPP bisa melakukan evaluasi, kalau sangat buruk kondisinya bisa Musdalub atau minimal menunjuk Plt (pelaksana tugas) Ketua DPD Demokrat. Bahkan bisa terjadi lebih cepat. Bisa sebelum pemilu 2019,” ujar sumber tadi.

Apakah Mudarta bakal diam? Lanjut sumber tadi, Mudarta berupaya melakukan gerakan menangkal supaya luput dari “serangan” Musdalub atau pergantian ditengah jalan terhadap dirinya. Sehingga melakukan gerakan lobi ke Jakarta. Caranya dengan melakukan pendekatan dengan lingkaran pengurus DPP Demokrat.

“Nah itu, Mudarta bergerak juga. Negoisasi lah, supaya tidak turun ditengah jalan. Mendekati Supadma Rudana, komunikasi dengan Sekjen Hinca Pandjaitan. Sekarang tergantung, manjur apa nggak jurusnya,” kelakar sumber yang wanti-wanti namanya di rahasiakan.

Benarkah? Mudarta dikonfirmasi terpisah mengaku pasrah sembari memyebutkan, DPP kan selalu rapat rutin membahas Pileg –Pilpres 2019. Baginya tetap melakukan konsolidasi supaya mesin partai lebih bagus di Bali.

“Saya sendiri masih di Bali, tidak ada ke Jakarta. Karena dalam kondisi saat ini, situasi kondusif lebih penting,” ujar mantan Ketua OKK DPD Demokrat Bali periode 2006-2011 ini.

Mudarta mengaku sudah sempat komunikasi dengan Wakil Ketua Bappilu DPP Demokrat Edhy Baskoro Yudhoyono (Ibas) meminta petunjuk untuk menggenjot mesin partai di Bali.

“Saya sempat komunikasi dengan Wakil Ketua Bappilu Pak Ibas. Ya tetap koordinasi supaya mesin di Bali lebih bagus pergerakannya. Itu saja, selebihnya kita dorong kader bergerak, caleg- caleg lebih gencar bergerak,” tegas Mudarta.

Sementara DPP Demokrat yang dikonfirmasi menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Ketua Umum DPP Demokrat SBY dalam mengambil keputusan dan langkah. Adalah Wasekjen DPP Demokrat/Korwil Bali Putu Supadma Rudana (PSR) secara terpisah dikonfirmasi mengatakan keputusan tertinggi ada ditangan Ketua Umum, atas kondisi mesin partai di Bali dibawah kepemimpinan Mudarta.

“Kalau keputusan di DPP semuanya berada dipucuk pimpinan tertinggi yakni Pak SBY. Kami sebagai Korwil di Bali biasanya diminta pendapat tentang kondisi yang ada, saran, disamping juga nanti ada pertimbangan-pertimbangan dari jajaran DPP, ” tegas anggota Komisi X DPR RI membidangi pariwisata, pendidikan, pemuda, olahraga, adat dan budaya serta ekonomi kreatif ini. (Tim)

 

 

 

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan