ParlementariaTeras Berita

Demokrat – Isyarat Plt Mudarta di Kantong SBY

Foto - Putu Supadma Rudana.

GIANYAR – Wacana untuk mengganti Mudarta dengan Plt (Pelaksana Tugas) rupanya semakin keras berembus, apabila menjelang Pileg 17 April 2019 yang semakin dekat dirasakan Partai Demokrat Bali tidak bekerja maksimal. Disebutkan Demokrat Bali butuh “panglima perang” yang benar-benar siap “bertempur” berjuang di garda terdepan meraup suara dan kursi legislatif untuk partai besutan SBY ini.

Bahkan SBY sendiri sudah memberikan sinyal akan adanya Plt sebagai evaluasi atas kinerja DPD Demokrat Bali. Bahkan khabarnya dalam waktu dekat rencananya SBY juga akan ke Bali untuk kembali memanaskan mesin Partai Demokrat termasuk untuk menggalang dukungan bagi pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi.

Langkah yang diambil SBY bukan tanpa sebab, pasalnya lemahnya kinerja Partai Demokrat di Bali menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendapat sorotan dan perhatian serius Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menganggap selama ini mesin partai di bawah kepemimpinan Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta tidak berjalan maksimal alias kendor.

“Sekarang bolanya ada di tangan Pak SBY. Isyaratnya sudah di kantong bapak. Untuk Plt (Ketua DPD Demokrat Bali-red) tinggal menunggu perintah Pak SBY,” kata Wakil Sekjen DPP Demokrat Putu Supadma Rudana saat ditemui di Gianyar, Minggu (13/1/2019) di sela-sela acara bersama warga.

Adanya pertimbangan Plt ini setelah SBY menerima hasil survei RTK (Roda Tiga Konsulting) tentang kinerja DPD Demokrat Bali sejauh ini. Dalam survei ini ditemukan bahwa mesin partai Demokrat di Bali khususnya DPD belum bekerja maksimal. Namun lebih banyak DPC yang bekerja.

Sosialisasi dan pengenalan progam Partai Demokrat ke masyarakat juga sangat lemah. Salah satu indikatornya misalnya terbatasnya atribut partai yang dipasang misalnya pada hari besar atau hari peringatan tertentu.

“Sebenarnya Demokrat Bali kurang di panglimanya saja. Pasukan siap. Tapi yang memimpin tidak greget,” kata Supadma Rudana yang juga anggota Fraksi Demokrat DPR RI itu.

Seperti diketahui, terpilihnya kembali Mudarta sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Bali untuk periode kedua yakni periode 2016-2021 sempat menimbulkan keraguan di kalangan internal dan kader. Apalagi belakangan juga dalam konstelasi penyusunan caleg Demokrat di Pileg 2019, Mudarta enggan maju bertarung nyaleg.

Bahkan secara karir politik, politisi Demokrat asal Jembrana diketahui sama sekali belum pernah nyaleg baik di tingkat DPRD Kabupaten maupun DPRD Bali apalagi DPR RI. Jika dibandingkan dengan ketua partai lainnya yang menjadi pimpinan di tingkat provinsi, hanya Mudarta yang tidak maju nyaleg baik di Pileg 2014 maupun Pileg 2019.

Seluruh ketua partai lainnya di Bali maju sebagai caleg, sebagian besar bertarung ke DPR RI, hanya beberapa yang ke DPRD Provinsi Bali. Sementara Ketua DPD PDI Perjuangan Bali I Wayan Koster yang juga mantan anggota DPR RI tiga periode kini sebagai Gubernur Bali. (Red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan