ParlementariaTeras Berita

Diluar Dugaan, Polling Online Caleg DPR RI “PSR” Duduki Klasmen Puncak

Foto - Putu Supadma Rudana (PSR).

DENPASAR – Dalam sepekan terakhir nampak pergerakan dan munculnya polling online simpatisan para caleg terpancing juga untuk memberikan dukungan. Meski diakui itu bukan merupakan dukungan resmi (hasil pemilu) setidaknya bisa membentuk opini, dan memancing “Perang Udara” antar Caleg DPR RI makin gencar. Entah siapa yang duluan melempar di dunia maya yang jelas pendukung para caleg makin serius memberikan vote secara online. Sosialisasi para Caleg DPR RI melalui “udara” media sosial dan berbentuk polling online makin gencar.

Misal dari polling online (pollingkita.com) yang beredar di sejumlah group WA (WhatsApp) pendukung caleg, nama- nama incumbent masih berada diperingkat atas alias 5 besar. Dalam pollingkita.com yang beredar di group pendukung caleg PDI Perjuangan justru yang menduduki peringkat atas adalah Caleg (incumbent) DPR RI Putu Supadma Rudana (PSR). Anggota Komisi X yang sudah turun diberbagai pelosok di Bali membawa program pro rakyat ini menduduki puncak klasemen.  Politisi Partai Demokrat asal Desa Peliatan Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar ini berjaya dengan perolehan 2.285 suara (24,20 %), IGA Rai Wirajaya incumbent yang politisi PDI Perjuangan asal Desa Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara dengan perolehan 1.759 suara (18,70 %), I Wayan Sudirta politisi asal Desa Pidpid Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem yang bertarung sebagai new comer memperoleh  1.270 suara (13,50 %), IGN Kusuma Kelakan politisi PDI Perjuangan asal Desa Pemecutan Kelod Denpasar Barat memperoleh  dukungan 1.102 (11,22 %), I Ketut Sudikerta politisi kawakan Partai Golkar asal Desa Pecatu Kecamatan Kuta Selatan Badung berada diposisi 5 besar dengan perolehan dukungan 526 suara (5,6 %).

Selebihnya beberapa caleg dibawahnya memperoleh dukungan merata dengan perolehan kurang dari 5 %. Seperti I Made Wijaya politisi asal Desa Suana Kecamatan Nusa Penida Klungkung (Golkar) yang memperoleh dukungan 454 uara (4,5 %), I Ketut Kariyasa Adnyana politisi asal Desa Busungbiu Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng yang memperoleh  367 suara (3,1 %), Nyoman Parta politisi asal Desa Guwang Kecamatan Sukawati Gianyar (PDIP) memperoleh  231 suara (2,3 %). Sementara sejumlah nama tenar incumbent DPR RI seperti Gede Sumarjaya Linggih, Anak Agung bagus Adhi Mahendra Putra, I Made Urip, Ida Bagus Putu Sukarta masing-masing memperoleh suara 1 persen.

Dalam polling online yang bereda luas dikalangan pendukung caleg ada 29 nama Caleg DPR RI dapil Bali yang dilempar ke publik. Kemudian masyarakat melalui aplikasi diminta memberikan vote terhadap salah satu kandidat. Pertanyaan yang disodorkan : Pilih Calon yang tepat untuk mewakili Bali di DPR RI.  Masyarakat disodori  29 nama yakni Eko Budi Cahyono (PKB), IB Putu Sukarta (Gerindra), Anak Agung Alit Wiraputra (Gerindra), Anak Agung Bagus Jelantik Sanjaya (Gerindra), I Made Urip (PDIP), IGN Alit Kusuma Kelakan (PDIP), Kariyasa Adnyana (PDIP), IGA Rai Wirajaya (PDIP), IGA Astrid (PDIP), Nyoman Parta (PDIP),  Wayan Sudikerta (PDIP), Gede Sumarjaya Linggih (Golkar), AA Adhi Mahendra Putra (Golkar), I Ketut Sudikerta (Golkar), I Wayan Geredeg (Golkar), I Made Wijaya (Golkar), IB Oka Gunastawa (NasDem), Rufinus Hutahuruk (NasDem), Ni Luh Jelantik (NasDem), Nyoman Sutrisno (NasDem),  Wayan Suarja Agung (NasDem), Ida Ayu Suryawati (Partai Garuda), I Wayan Sukla Arnata ( Perindo), Nengah Yasa Adi Susanto (PSI), Gede Pasek Suardika (Hanura), Kadek Arimbawa (Hanura), Putu Supadma Rudana (Demokrat), Putu Tutik Kusuma Wardhani (Demokrat), Gede Ngurah Wididana (Demokrat). Namun Supadma Rudana langsung melesat teratas mengungguli caleg-caleg lain.

Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menyatakan polling online yang beredar luas dikalangan pendukung caleg tidak masalah, sepanjang menyajikan fakta dan data. Selain itu seluruh caleg diberikan kesempatan yang sama.

“Tidak masalah, sepanjang memberikan kesempatan yang sama terhadap caleg-caleg yang ada. Justru ini juga mendukung KPU dalam mensosialisasikan pelaksanaan pemilu 17 April 2019 mendatang,” ujar Lidartawan.

Sementara anggota Bawaslu Bali Divisi Hukum Dewa Kade Wiarsa Raka Sandhi secara terpisah dimintai komentar soal beredarnya Polling Online yang mengakibatkan “perang udara” di media sosial menurut Raka Sandhi adalah dinamika di media sosial. Hal tersebut bukanlah hasil resmi pemilu. Karena hasil pemilunya nanti setelah perhitungan suara hasil coblosan pada 17 April 2019.

“Pada intinya survei, jajak pendapat,  dapat dilakukan secara resmi oleh lembaga yang sudah terdaftar di KPU. Tentunya dengan memenuhi syarat dan ketentuan. Dalam pelaksanaannya Bawaslu melakukan pengawasan dengan ketentuan yang berlaku,” ujar mantan Ketua KPU Bali periode 2008-2013 ini. (Tim)

 

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan