RonaTeras Berita

Eko Budi Cahyono – “Hoaks” Ancam Keutuhan Bangsa dan Negara

Foto - H. Eko Budi Cahyono (kedua dari kiri) dalam acara Lailatul Ijtima. (Ist)

DENPASAR – Dari Gedung PWNU di jalan Pura Demak Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Bali menyatakan perang melawan hoaks, Sabtu (29/9/2018) disela kegiatan Lailatul Ijtima. Hal itu sejalan dengan apa yang pernah didengungkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama 15 ormas yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyatakan perang terhadap penyebaran fitnah dan hoax pada bulan Maret lalu, kini PWNU Provinsi Bali juga menyatakan perang terhadap hoax.

Kegiatan Ini merupakan rutinitas yang kerap dilakukan (PWNU) Provinsi Bali yang disebut dengan Lailatul Ijtima (sarana kordinasi dan solusi). Tujuan digelarnya Lailatul Ijtima tidak lain untuk mendoakan bangsa dan negara agar tetap utuh, kompak dan tentunya harus terus maju demi kebersamaan, begitu diungkapkan Ketua PWNU Bali, KH Abdul Aziz.

“Cuma kan dalam setiap kegiatan agenda dan temanya berbeda, ini kegiatan rutin kok,” sebut KH Abdul Aziz.

Acara yang dihadiri sejumlah tokoh NU dan beberapa paguyuban muslim, tokoh partai politik termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung tema “Menyikapi Zaman yang Penuh Berita Bohong” menghadirkan sejumlah narasumber dari Bali dan Jakarta.

“Berita bohong menjadi penyakit masyarakat. Kami PWNU memberi pemahaman dan pengertian agar tidak mudah, terpancing berita bohong dan menyudutkan pihak-pihak tertentu. Misalnya, akhir akhir ini banyak peran pemerintah yang positif yang sudah dirasakan masyarakat, tapi diputarbalikan dengan berita bohong, fitnah menyudutkan pemerintah. Maka dari itu kami memberi pemahaman agar umat tak terpengaruh,”ujarnya sembari menjelaskan setiap ada pemberitaan di media, tak diterima begitu saja tapi harus “tabayun” (crosschek).

Sementara, calon legislatif nomor urut 2 dari PKB, Eko Budi Cahyono menekankan pentingnya perang melawan berita bohong karena mengancam keutuhan bangsa dan negara.

“Coba lihat pemberitaan di di media sosial akhir akhir ini. Pemerintah dan tokoh-tokoh bangsa ini dibuli sedemikian rupa dengan berita bohong. Yang paling santer jelang Pilpres saat ini adalah isu PKI yang menghiasi media sosial. Padahal PKI menjadi musuh bersama. Tidak mungkin PKI itu ada di negara kita,” tukas Eko Budi Cahyono

Namun isu ini diberitakan seolah-olah sudah mengancam kedaulatan bangsa dan negara. Justru pemahaman di NU adalah pihak pihak yang mencetuskan ide PKI itulah yang mengancam keutuhan bangsa dan negara.

“Berbicara mengenai komunis, NU paling merasakan. Berhadapan dengan PKI dan menjadi korban kebiadaban PKI pada masanya. Ini sangat mengganggu dan mengancam kebersamaan,”ujarnya menjelaskan situasi politik yang terjadi akhir akhir ini cenderung menyerang dan membunuh karakter sesama anak bangsa.

Lantas ia mencontohkan, tokoh kita, KH Maaruf Amin adalah calon Wakil Presiden. Itu sesepuh NU yang mesti dijaga dan dihargai. NU sangat tidak suka dengan berita bohong atau hoaks.

“Untuk itu NU mengadakan sosialisasi kepada umatnya, termasuk menyatakan perang terhadap hoaks. Apalagi mulai ada berita yang menyerang beliau (KH Maaruf Amin-red),” ujar Eko.

Sebelumnya, KH Said Aqil Siradj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan penyebar berita hoaks cenderung membenturkan dan mengadu domba antar umat Islam. Mengadu domba antara umat Islam dengan kelompok non muslim dan aparat keamanan.

”Wallahi, hoaks, penebar fitnah, dan pengadu domba hukumnya haram, dosa besar,” kata KH Said Aqil.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan