RonaTeras Berita

Era JKN, Dokter Dituntut Pahami Managemen Klinik

(foto : Tim) HJ Learning Forum yang diselenggarakan PT Hexpharm Java selaku anak perusahaan PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe).

DENPASAR – PT Hexpharm Java selaku anak perusahaan PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) menyelengarakan HJ Learning Forum (HJLF), Minggu (15/9/2019) di Denpasar. Lebih dari 200 dokter umum dan spesialis dari wilayah Bali mengikuti kegiatan edukasi dengan tema “Clinic Management Talk” ini.

Group Brand Manager PT Hexpharm Jaya, Sri Wiyanti Cahya menerangkan, kegiatan ini sudah tiga kali diselenggarakan dengan target pelaksanaan di 8 kota yaitu Yogyakarta, Padang, Balikpapan, Denpasar, Semarang, Jambi, Semarang dan Jakarta.

“HJ learning forum ini dilakukan dengan tujuan agar para dokter dapat memahami management klinik terutama klinik pratama agar dapat mendukung program pemerintah (BPJS),” jelasnya.

Dikatakan, dalam kegiatan yang juga didukung Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Bali tersebut, pihaknya melaksanakan program edukasi bagi para dokter untuk mendapatkan wawasan dan informasi terbaru mengenai Risk Management Cardiometabolic beserta penatalaksanaan disiplidemia dengan terapi golongan statin.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Kalbe, dalam meningkatkan Indonesia yang lebih sehat sesuai dengan misi Kalbe,” jelasnya.

AsDep MonEV BPJS Wilayah Bali Nusra sekaligus Asisten Deputi Monitoring & Evaluasi BPJS Wilayah Bali Nusra, dr. Nyoman Wiwiek Yuliadewi mengatakan, layanan primer yang berkembang sedemikian pesat sejalan dengan adanya program pemerintah.

UU No. 24 Tahun 2011 tentang warga negara Indonesia dan warga asing yang telah berdiam di Indonesia selama minimal enam bulan wajib menjadi anggota BPJS.

“Sehingga mulai tahun 2019, setiap warga negara Indonesia wailb memiliki BPJS, oleh karena itu ketersediaan Faskes 1 dibutuhkan sesuai dengan peningkatan jumlah peserta BPJS. Yang perlu diperhatikan klinik sebagai Faskes 1 adalah ketersediaan sarana dan prasarana, aspek penanganan yang praktis, cepat dan mumpuni,” tuturnya.

Dikatakan, program BPJS mendapat respons yang cukup positif dari masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya peserta BPJS yang semakin banyak dari pekerja swasta. Sehingga pola pelayanan klinik yang menyediakan layanan 24 jam merupakan pilihan masa depan peserta BPJS.

“Para dokter juga perlu dibekali kemampuan manajemen klinik agar mampu mengelola klinik, karena selama ini dokter hanya dilatih untuk menangani kasus klinik. Ini merupakan tantangan dokter untuk sukses di Era BPJS,” tegas dr. Nyoman Wiwiek. (awd)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan