RonaTeras Berita

Festival Jatiluwih Kolaborasikan Seni Tradisional dan Kontemporer

Panitia Jatiluwih Festival menggelar jumpa pers di, Rumah Sanur Creative Hub, Rabu (5/9/2018).

DENPASAR – Pengelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih di Tabanan kembali menggelar Jatiluwih Festival pada 14-15 September 2018 di D’Uma Jatiluwih, Art & Cultural Hill, Jatiluwih, Penebel. “Festival ini menampilkan kolaborasi seni budaya tradisional dengan kontemporer,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Jatiluwih Festival, Nengah Sutirtayasa.

Dalam jumpa pers di Rumah Sanur Creative Hub pada Rabu (5/9/2018), Manajer Operasional DTW Jatiluwih ini memaparkan, Festival Jatiluwih tersebut bakal dimeriahkan oleh penampilan musik tradisional, world music, jazz, folk. Adapula pertunjukan tari tradisional dan kontemporer. Juga karya seni rupa berupa seni lukis, patung dan instalasi.

Untuk instalasi di antaranya menampilkan karya dari Eko Prawoto (arsitek) bersama masyarakat pegiat bambu di Jatuluwih berupa instalasi bambu dan material lokal lainnya. “Festival ini akan semakin menarik karena ada kolaborasi arsitek Indonesia Eko Prawoto yang berkiprah di ajang internasional dengan membuat instalasi bambu di batas laut Belgia,” terang Sutirtayasa.

Tak ketinggalan, ada juga stan pameran kuliner yang menyajikan aneka panganan dan jajanan tradisional. Ditambah pula display produk kerajinan dan komoditas asli Jatiluwih. Beberapa artis yang akan tampil di ajang ini di antaranya Gilang Ramadhan (drummer, perkussion) dan X Komunitas Seni Tebuk Kentungan yang berasal dari Jatiluwih.

Selain itu, ada pula Marapu (grup musik reggae yang tumbuh di Jogja dan Bali), Ito Kurdhi Chemistry (sebuah band dengan konsep fusion jazz di mana terdapat beberapa genre musik yg digabung menjadi sebuah gaya bermain dari band ini). Kemudian grup band Ronald Gang, Andy Bayou, Ginda Bestari X Sound Of Mine, Tropical Transit, Saharadja.

Suasana akan makin meriah dengan penampilan Balawan dan Batuan Ethnic Fusion, Indra Lesmana Keytar Trio serta Rindik. Kemudian Joged Bumbung, Angklung Wijaya Kesuma menampilkan Puspawresti dan Oleg Tamulilingan, dan beragam tarian lainnya dan tabuh pembukaan Paksi Ngelayang serta Tari Rejang Renteng dan Rejang Sari (kolosal).(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan