RonaTeras Berita

Gede Sugianyar – Caleg DPR RI Ingin Perjuangkan Tiga Hal Ini

Foto - Gede Sugianyar di acara HUT ke-58 Karang Taruna Denpasar.

DENPASAR – Pariwisata memang masih menjadi sektor unggulan dan utama pendorong pertumbuhan ekonomi Bali. Namun potensi besar juga masih ada di sektor pertanian. Jadi tantangan kita adalah bagaimana sinergisitas sektor pariwisata dan pertanian. Begitu diungkapkan praktisi pariwisata I Gede Sugianyar yang juga caleg DPR RI dapil Bali nomor urut 9 yang ditemui disela HUT ke-58 Karang Taruna Denpasar, Sabtu (29/9/2018).

“Dua hal ini tidak bisa dipisahkan. Ibarat dua sisi mata uang yang saling mendukung dan tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Sugianyar yang puluhan tahun berkecimpung di sektor pariwisata ini ingin mendorong pengembangan pertanian juga seiring sejalan dengan pertumbuhan pesat sektor pariwisata.

“Tiga sektor utama yang menjadi fokus perjuangan saya di DPR nanti adalah soal pembangunan pertanian, pariwisata, dan persoalan ketenagakerjaan yang berkaitan dengan pariwisata dan pertanian,” tegas Sugianyar yang juga pemilik Beji Bay Resort dan Beji Ubud Resort itu.

Perbaikan bidang pertanian khususnya di bidang perkebunan, imbuh Sugianyar, perlu dilakukan dengan berbagai upaya. Pertama, intensifikasi pengelolaan sarana air dengan sistem irigasi yang baik. Kedua, membantu meringankan petani dengan penyediaan pupuk yang teratur dan murah.

Foto – Gede Sugianyar bersama peserta lomba di HUT ke-58 Karang Taruna Denpasar.

Ketiga, membantu menggairahkan tumbuhnya koperasi-koperasi desa yang berakar pada hasil pertanian sehingga terhindar dari para tengkulak dan pengijon. Keempat, ada jaminan persediaan pasar yang pasti.

“Di bidang pariwisata kami membangkitkan gairah masyarakat desa adat untuk ikut mendorong para pelaku wisata membuat obyek wisata yang berbasiskan pada desa adat setempat. Misalnya obyek wisata dalam bentuk pondok wisata, desa wisata dan agrowisata,” papar pria yang Ketua Umum Batara Nusantara (sayap Partai Gerindra) Indonesia

Di bidang tenaga kerja, ia mendorong masyarakat setempat ikut memonitor tenaga kerja asing yang masuk di Bali khususnya di bidang pertanian, pariwisata dan usaha-usaha kerajinan.

Sebab Bali diserbu tenaga asing. Pekerjaan tenaga kerja lokal banyak diambil alih tenaga asing. Misalnya pemandu pariwisata banyak yang orang asing. “Jadi pemerintah harus tegas monitor tenaga asing. Jangan dibiarkan bebas seperti sekarang,” tegas pemilik perusahaan pengangkutan laut Garda Surya Bahari itu.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan