EkbisTeras Berita

GM Pertamina MOR V – Bisnis Energi Kedepannya Sangat Menjanjikan

Foto - (Tengah) Ibnu Chouldum.

DENPASAR – General Manager (GM) Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Ibnu Chouldum dalam pembukaan Musyawarah Cabang X DPC V/6 Hiswana Migas Bali yang berlangsung di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar, Kamis (25/10/2018) mengajak Hiswana Migas Bali jangan hanya berpikir jualan produk migas yang bersubsidi karena itu akan membebani negara. Pengusaha Hiswana Migas juga diminta mengubah pola pikir bahwa ke depan migas akan diganti dengan bisnis energi.

“Teman-teman Hiswana Migas segera switch pemikiran jangan hanya berpikir fokus bisnis migas tapi bagaimana beralih ke bisnis energi. Sebab tuntutan zaman sudah seperti itu,” ujar Ibnu Chouldum dalam sambutannya.

Lantas ia mengingatkan, para pengusaha Hiswana Migas jangan hanya memakai kacamata kuda atau fokus menjual produk migas bersubsidi. Apalagi ada kemungkinan subsidi ini bisa dicabut oleh pemerintah, namun entah kapan.

“Jangan pakai kacamata kuda jual produk migas yang bersubsidi. Jual produk yang kompetisi murni. Apakah LNG, Bright gas dan bentuk lainnya boleh tapi jangan hanya berkompetisi yang bersubsidi saja,” sentil Ibnu Chouldum di hadapan pengusaha migas.

Dikatakan pula Hiswana Migas ini satu kesatuan yang dijadikan layaknya “Tim Superman” kepanjangan tangan Pertamina dalam berbagai kondisi. Termasuk juga menstabilkan pasokan gas serta memberikan bantuan saat bencana.

“Jadi Hiswana Migas harus bangga menjadi mitra Pertamina. Sebab Pertamina sangat dibutuhkan masyarakat dan negara,” tegasnya sembari mengajak Hiswana Migas Bali saling bermitra dalam satu kesatuan dengan stakeholder terkait.

“Sebab susah mengatur para pengusaha Hiswana Migas karena punya duit,” katanya berseloroh.

Ibnu juga berujar kebutuhan gas di Bali 7 hingga 10 persen, sedangkan avtur 10 hingga 15 persen tiap tahunnya.

“Apalagi waktu kegiatan IMF-WB beberapa waktu lalu,” pungkasnya.

Sementara itu Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Bali Dewa Putu Sunarta mengatakan Bali membutuhkan energi bersih dan berkelanjutan sebagai kawasan pariwisata dunia. Terlebih juga seluruh kebutuhan energi seperti gas, minyak, batubara didatangkan dari luar Bali sehingga harus digunakan secara efektif dan efisien. Hiswana Migas selaku organisasi pengusaha di bidang migas juga diharapkan jangan hanya bermain di hilir dan menghitung profit.

“Namun bagaimana berpartisipasi aktif membantu tata kelola niaga yang tepat dan konservasi energi, mengurangi emisi gas rumah kaca serta mendorong pemanfaatan energi bersih dan energi terbarukan,” kata Koster.

Sementara itu Ketua Panitia Musyawarah Cabang (Muscab) X DPC V/6 Hiswana Migas Bali I Gusti Made Muliawan menerangkan Muscab ini memilih kepengurusan baru periode 2018-2022 dan membahas program kerja empat tahun ke depan.

“Kami harapkan pengurus baru ini bisa membawa Hiswana Migas lebih maju, profesional dan siap menghadapi berbagai tantangan yang ada,” ujarnya.

Muscab kali ini mengusung tema “Meningkatkan Strategi Kemitraan yang Efektif dan Setara untuk Membangun Profesionalisme Kerja dalam Menjawab Tantangan Bisnis Migas ke Depan”. (Red)

 

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan