FokusTeras Berita

Gus Adhi: Nengah Pait Butuh Perawatan Medis Intensif

Foto - AA Adhi Mahendra Putra saat mengunjungi balita Nengah Pait di RSUP Sanglah.

DENPASAR – Sejak lahir, kondisi bayi yang bernama Nengah Pait dari Desa Tianyar Kubu Karangasem, nampak biasa saja. Tetapi situasinya berubah drastis ketika Nengah Pait sakit panas pada usia 3 bulan. Oleh orang tuanya, Ia dibawa ke RSUD Karangasem. Tak lama dirawat, Nengah Pait diperbolehkan pulang. Namun sejak itulah, kondisinya mulai memburuk. Bahkan berat badannya juga tak kunjung bertambah dan mulai mengalami sakit sesak nafas.

Nengah Pait, balita malang usia 16 bulan ini pun kemudian menjadi viral di media sosial. Kondisinya pun akhirnya sampai ke telinga Pemerintah Provinsi Bali. Oleh perwakilan dari pemprov, Nengah Pait kemudian dirujuk ke RS Bali Mandara, dengan tujuan agar mendapat perawatan yang lebih intensif. Di rumah sakit milik Pemprov Bali ini, anak kedua dari pasangan Kadek Sarianti dan Ketut Desel, dirawat selama 3 bulan. Oleh pihak RS Bali Mandara, Nengah Pait kemudian dirujuk ke RS Sanglah dan saat ini telah menjalani perawatan selama 16 hari.

“Ngih anak tiang (saya, red) sudah dirawat disini 16 hari tapi kondisinya masih lemas beratnya juga 3,5 kg”, ujar ibunya, Kadek Sarianti didampingi suaminya Ketut Desel, saat menerima kunjungan anggota Komisi IV DPR RI Anak Agung Bagus Adhi Mahendraputra bersama dua tokoh masyarakat Karangasem, Made Sukarena dan Nyoman Musna, di ruang Cempaka kamar 307 RSUP Sanglah, Kamis sore (03/01/2019).

Ketika masuk perawatan di RSUP Sanglah, berat badan Nengah Pait hanya 2,4 kg. Namun setelah dirawat selama 16 hari, berat badannya naik menjadi 3,4 kg. Meski demikian, kondisinya masih lemas dan terbaring ditempat tidur dengan selang infus yang menempel ditubuhnya.

“Tiang hanya berharap Kadek bisa segera membaik”, ucap ayahnya, Ketut Desel, yang kesehariannya hanya sebagai buruh pembuat gula aren dan pencari kayu bakar.

Melihat kondisi Nengah Pait yang sedang dirawat disini (RSUP Sanglah, red) memang sangat memprihatinkan. Waktu masuk kesini berat badannya 2,4 kg dan setelah 16 hari dirawat berat badan Nengah Pait naik menjadi 3,4 kg”, kata A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra, saat melihat bayi malang ini tergolek lemah ditempat tidurnya.

Nengah Pait saat ini sedang ditangani tiga dokter, yaitu dokter ahli pencernaan, dokter ahli pernafasan dan dokter ahli gizi. “Harapannya agar pihak Rumah Sakit Sanglah bisa membentuk tim medis untuk penanganan yang lebih serius sehingga dari sisi kemanusiaan Nengah Pait bisa pulih kesehatannya dan bisa tumbuh berkembang seperti anak-anak umumnya”, jelas politisi Partai Golkar yang dikenal ramah dan merakyat ini.

Tak sedikit pihak yang bersimpati terhadap kesembuhan Nengah Pait. Bahkan sudah terkumpul donasi dari para donatur sebesar Rp. 200 juta rupiah. “Ini sangat membantu meringankan beban orang tua Nengah. Terlebih saat ini ibunya sedang mengandung anak ketiga sehingga perlu diberikan sentuhan dan pendampingan kesehatan agar janin yang dikandungnya tetap sehat dan proses persalinannya juga lancar”, harap politisi yang lebih populer dipanggil Gus Adhi ini.

Nengah Pait merupakan anak kedua pasangan Kadek Sarianti dan Ketut Desel. Anak pertama mereka telah meninggal dunia karena menderita sakit yang mirip seperti yang dialami anak keduanya, Nengah Pait. Orang tuanya kini hanya bisa berharap agar anak keduanya ini bisa segera pulih. Kendati memang, proses perawatannya memerlukan waktu yang cukup lama.

“Tahapan penyembuhannya sangat kompleks sekali apalagi Nengah Pait tak hanya mengalami kekurangan gizi tetapi juga ada kelainan pada organ tubuhnya sehingga perlu penanganan tim medis secara intensif. Kita doakan mudah-mudahan Nengah Pait bisa segera membaik kesehatannya”, harap Gus Adhi. (Red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan