RonaTeras Berita

Gus Adhi – Petitenget Festival Pemantik Bangkitnya Pariwisata di Kerobokan

Foto - (Ki-Ka) AA Bagus Bayu Joni Saputra, AA Bagus Adhi Mahendra Putra, I Wayan Swandi.

BADUNG – Berakhirnya Petitenget Festival yang mengangkat tema ‘Experience Centuries in The Making” dengan ikon “Bhuto Ijo” yang juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seni budaya, pariwisata, kuliner dan UKM, serta berhasil menyedot puluhan ribu pengunjung termasuk wisatawan mancanegara merupakan catatan tersendiri bagi masyarakat Kerobokan. Pasalnya, festival yang baru pertama kali digelar Desa Adat Kerobokan yang melibatkan 50 banjar itu juga sukses menyajikan sejumlah kegiatan seni dan budaya setempat yang memiliki nilai sakral, bahkan berhasil meraih penghargaan bergengsi, MURI.

Anggota DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra yang akrab disapa Gus Adhi pada kesempatan itu memuji semangat warga dan kerja keras semua pihak sehingga festival yang melibatkan ribuan warga adat Kerobokan ini berjalan lancar.

“Festival ini bukan saja menggali dan melestarikan seni dan budaya yang ada tapi juga sebagai pemantik pariwisata di Kerobokan,” tukasnya saat ditemui disela diskusi tentang pariwisata di Amatra Center Kerobokan, Senin (17/9/2018).

Karena itu diingatkan ke depannya perlu dipertimbangkan untuk melibatkan stakeholders pariwisata dalam mengisi agenda festival serta memperhatikan sisi kualitas.

“Jadi kita tahu apa yang dibutuhkan wisatawan dalam ajang tersebut dan mereka bisa ikut terlibat. Berikan pengalaman berbeda bagi wisatawan melalui festival ini,” tambah Gus Adhi seraya mengatakan Kerobokan banyak memiliki warisan seni budaya yang bisa diangkat di ajang yang akan datang. Bahkan Gus Adhi juga beranggapan Petitenget Festival mesti bisa memberikan “Output” bagi pariwisata di Kerobokan yang berujung pada “Quality Tourism”.

Wakil Ketua Petitenget Featival Dr. I wayan Swandi, MSi., yang dosen ISI Denpasar itu mengatakan festival itu sangat penting bukan saja untuk mempromosikan kearifan lokal Kerobokan juga melestarikan banyak peninggalan seni bernilai tinggi di daerah wisata ini.

Foto – Ribuan penari pendukung di Petitenget Festival.

“Ke depan tentu kami akan melibatkan lebih banyak lagi peserta termasuk stakeholders dari pihak hotel, restoran dan wisatawan itu sendiri” ujar budayawan Kerobokan itu sembari menambahkan, pihaknya coba menggali seni budaya lokal yang dimiliki Kerobokan sebagai upaya mengangkat kembali kepariwisataan Kerobokan.

Untuk itu ke depan kegiatan yang diagendakan bisa rutin berjalan ini akan diperluas lagi terutama keterlibatan stakeholders pariwisata seperti pihak hotel, restoran dan wisatawan itu sendiri.

“Kalau wisatawan bisa langsung ikut berperan tentu akan memberi nilai lebih. Kita tak perlu lagi banyak berpromosi sebab wisatawan itu akan langsung menggambarkan pengalaman mereka ke negerinya,” tambah Swandi.

Hal senada juga dikatakan Ketua Panitia Petitenget Festival, AAB Bayu Joni Saputra menyatakan salut dengan keterlibatan begitu banyak pihak mendukung festival perdana ini.

“Festival ini tidak saja telah membangkitkan potensi seni, budaya, ekonomi dan pariwisata Kerobokan. Tapi semakin mempererat persatuan seluruh warga,” jelas Gus Bayu.

Melihat begitu kompaknya warga maupun stakehoders termasuk Pemkab Badung yang mensupport kegiatan itu, ia optimis ke depan ajang serupa bisa lebih ditingkatkan lagi.

“Kami akan evaluasi dulu apa yang sudah berjalan sehingga bisa menjadi acuan seperti apa ke depannya,” tutup tokoh muda Kerobokan ini.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan