RegionalTeras Berita

“Karya Baligia” Gagasan Masa Silam, Proyeksi Realita Kekinian

Karangasem – Sebuah gagasan yang sangat jernih di masa silam yang mampu memproyeksikan realitas kekinian. Disaat tradisi masal belum menjadi kelaziman, tahun 1930 acara serupa telah dilaksanakan “Karya Baligia” dengan melibatkan seluruh keluarga besar hingga lintas wilayah.

Kali ini di tempat dan pelataran yang sama di Griya Ulon, Jungutan Kecamatan Bebandem, Karangasem 88 tahun kemudian tepatnya tahun 2018, Karya Agung Baligia kembali digelar dipersembahkan untuk 606 puspa dan nama dari 11 graha serta diikuti para pengiring.

“Nostalgia atas spirit gotong-myong memanggul secara bersama-sama seluruh tangung jawab untuk mewujudkan energi kebersamaan di alam skala untuk mencapai sorga,” ujar salah satu panitia Karya, IB Oka Gunastawa disela acara, Minggu (12/8/2018).

Disebutkan, maha karya atas dasar keihklasan serta pengorbanan suci dari seluruh elemen karya, kiranya mampu mengantarkan manunggalnya kembali Atman (roh) kepada Brahman. Mewariskan keberlangsungan tradisi agung, sakral, detail dan unik ke masa depan. Juga memuliakan seluruh daya, rasa dan karya dalam satu kesatuan bingkai tema besar “santi-santa-satu”.

Mahakarya ini diharapkan bisa mewakili suasana kegembiraaan, rasa suka-cita dan puji syukur makhluk semua dalam melaksanakan Yadnya (pengorbanan dan kewajiban kepada para leluhur. Matur suksma kami persembahkan kepada Yajamana Karya, Tapini Karya, para Manggala Karya, Semeton dan keluarga besar, Pengiring, Pengayah, Braya, Sisya serta semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung untuk lancarnya upacara ini.

“Dan utamanya kepada seluruh Saksi Karya yang telah berkenan hadir secara langsung menyaksikan prosesi upakara Karya Agung Baligia ini, kami sampaikan penghormatan serta terimakasih yang tulus,” ucapnya sembari berujar, semoga doa-doa dan niat baik ini, menyempurnakan seluruh harapan kita semua,” tutupnya.

Sedangkan Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumantri dikesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Karya Baliga yang merupakan momentum yang sangat baik dalam memberikan penghormatan dan penyucian kepada para leluhur, peningkatan keyakinan di dalam kehidupan beragama serta pembangunan semangat gotong royong yang semakin kuat di antara seluruh pelaksana upacara.

“Bagi pemerintah Kabupaten Karangasem, rangkaian upacara Baligia ini juga memberikan kontribusi positif baik dari aspek spiritual yaitu semakin kuatnya aura positif di dalam wilayah Kabupaten Karangasem, dan juga dari terbangunnya aspek-aspek lain seperti kebudayaan, kemasyarakatan, perputaran ekonomi dan lainnya,” ucap Bupati.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan