RonaTeras Berita

Kersos Fakultas Pertanian Undwi Jadikan Subak Kekuatan Budaya dan Ekonomi

(foto – Tim) Rektor Universitas Dwijendra Denpasar Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA., (kanan) dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Ir. Ni Ketut Kariati M.P.,
DENPASAR – Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra (Undwi) melaksanakan Kerja Sosial (Kersos) di Subak Anggabaya, Penatih, Denpasar Timur, Kota Denpasar, Sabtu pagi (13/7/2019).

Bertema “Penguatan Kelembagaan Subak dalam Mendukung Visi Gubernur Bali” kegiatan Kersos ini merupakan kontribusi nyata Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra dalam ikut menguatkan subak dan meningkatkan kesejahteraan petani khususnya di Kota Denpasar.

Acara dihadiri langsung Rektor Universitas Dwijendra Denpasar Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA., Dekan Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Ir. Ni Ketut Kariati M.P., bersama para dosen dan mahasiswa. Hadir pula Camat Denpasar Timur dan perwakilan Lurah Penatih, kelompok subak dan tokoh masyarakat setempat.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Ir. Ni Ketut Kariati M.P., mengungkapkan Kersos ini dilakukan dalam rangkaian Dies Natalis (HUT) ke-37 Universitas Dwijendra. Para mahasiswa diajak langsung melihat keberadaan subak yang juga menjadi objek wisata ini serta mengenal bagaimana pengelolaan kelembagaan subak.

Selain itu dilakukan juga aksi pembagian tas belanja ramah lingkungan kepada pedagang di Pasar Anggabaya, dan masyarakat sekitar. Mahasiswa dan dosen Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra juga mengedukasi pedagang terkait pengurangan sampah plastik.

“Kami ajak pedagang menggunakan kertas/koran bekas sebagai pembungkus belanjaan di Pasar Anggabaya,” ujar Kariati.

Pembagian tas belanja ramah lingkungan dan edukasi pengurangan sampah plastik ini sebagai bentuk dukungan Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai.

Termasuk juga dukungan nyata terhadap Peraturan Walikota Denpasar (Perwali) Nomor 36 tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik yang resmi berlaku sejak Selasa, 1 Januari 2019.

“Kami sangat mendukung Pergub 97/2018  dan Perwali 36/2018 dengan melakukan upaya-upaya edukasi kepada masyarakat mulai dari pasar-pasar dan akan terus dilakukan,” imbuh Kariati.

Sementara itu Rektor Universitas Dwijendra Denpasar Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA., mengungkapkan kegiatan edukasi pengurangan sampah plastik di lingkungan Subak Anggabaya ini juga diharapkan dapat mendukung kelestarian dan keberlangsungan subak itu sendiri.

Terlebih kawasan Subak Anggabaya ini sudah menjadi agrowisata yang juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani setempat.

“Apa yang kami lakukan lewat Kersos ini juga untuk mendukung visi pembangunan Gubernur Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Jadi lingkungan subak agar tidak hanya lestari, bersih dari ancaman sampah plastik tapi juga jadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat,”  kata Dr. Sedana.

Diharapkan keberadaan kelembaban subak ini tidak hanya menjadi wadah penguatan budaya agraris masyarakat Bali tapi juga salah salah satu  kekuatan ekonomi yang mendukung pariwisata Bali.

“Subak Anggabaya ini sudah jadi destinasi wisata. Ke depan subak harus terus kuatkan diri jadi bagian pengembangan desa wisata,” harap Dr. Sedana yang sebelumnya menjabat Dekan Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra ini.(red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan