RonaTeras Berita

Kurangi Sampah Plastik, Diageo Gelar Beragam Kegiatan

(foto : wie) Dendy A, Borman, Diageo Corporate Affairs Director (empat dari kiri).

 

TABANAN – Disadari atau tidak, plastik telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Gaya hidup serba praktis di zaman kiwari jadi jawaban mengapa sampah plastik terus menggunung.

Saat ini, diperkirakan terdapat 150 juta ton plastik di lautan. Plastik merupakan bahan yang tak mudah terurai dan memiliki masa hidup yang panjang. Saat terurai, plastik menyisakan partikel-partikel kecil bernama mikroplastik yang bisa mengancam lingkungan.

Sebelum bahaya akan plastik terus mengancam manusia, tak ada salahnya untuk bergerak. Sejumlah komunitas telah beramai-ramai mengampanyekan gaya hidup bebas plastik. Kampanye dilakukan untuk memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang perlunya mengubah gaya hidup.

Kampanye terhadap pengurangan penggunaan sampah plastik di Bali terus berlanjut, salah satunya dilakukan oleh PT. Langgeng Kreasi Jayaprima (Diageo).

“Diageo mempunyai inisiatif sendiri untuk berkontribusi langsung dalam mendukung terciptanya desa wisata bebas sampah plastik yang berkelanjutan. Kami awali dengan mengurangi sampah plastik sekali pakai di lingkungan perusahaan kami di Desa Nyambu ini,” kata Dendy A, Borman, Diageo Corporate Affairs Director saat ditemui di Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan, Minggu (24/11/2019).

Dendy menjelaskan, kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun lalu. Diawali dengan langkah kecil seperti mengurangi pemakaian sedotan di lingkungan internal perusahaan dan dilakukan di kantor Diageo di seluruh dunia.

Hal tersebut merupakan kelanjutan dari program Diageo sebelumnya yakni mendukung terciptanya desa wisata ekologi.

“Setelah terbentuk desa wisata ekologi, kemudian dilanjutkan dengan program bebas sampah plastik ini,” papar Dendy.

BACA JUGA:   1614 Ilmuwan Muda Hadiri Ajang Bergengsi PIMNAS ke-32 di Universitas Udayana
Diageo paham bahwa seiring dengan berkembangnya Nyambu sebagai desa wisata maka akan makin banyak turis datang. Konsekuensinya adalah sampah plastik makin bertambah.

Agar konsep penggunaan plastik sekali pakai bisa dieliminasi, Diageo bekerjasama dengan Yayasan Saraswati dengan membuat program 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kerjasama ini sudah berjalan sekitar 8 bulan.

“Kami inginkan pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable development. Dari forum diskusi ini, akan ada masukan misalnya membangun paradigma bagaimana orang membuang sampah plastik dan sebagainya. Jadi kepada membangun kepedulian masyarakat Nyambu dalam turut menangani sampah plastik,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Tiara Permadi (Project Manager) didampingi Ester Margaretha, Assistant Project Manager (Koordinator Proyek Inisiatif Bebas Plastik) Yayasan Saraswati menambahkan, kegiatan diskusi di Kantor Kepala Desa Nyambu untuk mencari tahu program apa yang akan dilakukan masyarakat guna mengurangi sampah plastik sekali pakai.

“Kita dari Yayasan Saraswati ingin tahu apa saja program masyarakat Desa Nyambu terkait mengurangi sampah plastik sekali pakai ini. Memang program ini sudah berjalan tetapi masih ada kendala yakni bagaimana mengolah sampah plastik, tentunya sebelum mengolah harus ada upaya mengurangi sampah dulu. Mengolah adalah solusi terakhir,” ucapnya.

“Kami minta mereka lebih dulu memetakan masalah, dari awal sampah itu ada, bagaimana memilahnya, apa tantangannya dan terakhir solusinya nanti yakni mengolah sampah itu seperti apa. Ini yang akan kita bahas dan tentukan langkah-langkah selanjutnya,” kata Tiara Permadi. (wie)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan