SportsTeras Berita

LSPR – Gelar General Training Volunter Asian Para Games 2018 Indonesia

Foto - Relawan ASIAN Para Games 2018.(Ist)

JAKARTA – Asian Para Games 2018 akan berlangsung pada 6-13 Oktober 2018 di Jakarta. ASIAN Para Games merupakan even olahraga terbesar di kawasan Asia bagi para atlet disabilitas. Sebagai salah satu bentuk persiapan, Inapgoc (Komite Organisasi Asian Para Games 2018 Indonesia) mengadakan pelatihan bagi para volunter atau sukarelawan yang akan membantu kelancaran penyelenggaraan Asian Para Games 2018.

Foto – Peserta training di kampus LSPR, Jakarta.

General Training bagi para relawan Asian Para Games 2018 diadakan selama 4 hari pada 17-20 September 2018. Materi yang diberikan kepada para relawan Asian Para Games 2018 ini adalah Communication Skill, Interpersonal Skill, Etiket dan How to interact with person with disabilities. Lokasi general training dilakukan di dua tempat yaitu Universitas Nasional dan LSPR Jakarta. Pada hari terakhir, Kamis, 20 September 2018 pelaksanaan General Training yang dilaksanakan di LSPR Jakarta dihadiri juga oleh para relawan penyandang disabilitas dan relawan asing dari 10 negara seperti India, Malaysia, Filipina, dll.

Isa, salah satu relawan Asian Para Games 2018 mengatakan, tujuan utama menjadi relawan/volunter Asian Para Games adalah untuk semakin mengenal teman-teman penyandang disabilitas dan sekaligus menjadi saksi sejarah keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan Asian Para Games 2018. Perlu diketahui, pelaksanaan Asian Para Games telah berjalan sebanyak tiga kali yaitu Asia Para Games yang ke 1 di Guangzhou, China, yang kedua di Incheon, Korea Selatan dan yang ketiga di Indonesia pada tahun 2018.

Foto – Para relawan. (Ist)

Sedangkan Jhon, yang merupakan penyandang disabilitas menambahkan, komitmennya menjadi bagian dari volunter Asian Para Games 2018 adalah untuk mengedukasi masyarakat Indonesia khususnya mengenai penyandang disabiitas.

Kekhususan pada materi yang disampaikan kepada para relawan Asian Para Games adalah lebih menekankan pada bagaimana cara berinteraksi dengan individu penyandang disabilitas. Pada materi Communication Skill juga menekankan mengenai komunikasi yang berempati agar para volunteer menjadi relawan yang berempati.(Rls/red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan