EkbisTeras Berita

PSR Dorong Terwujudnya Desa Wisata Lod Tunduh

Foto - Putu Supadma Rudana.

GIANYAR – Kehadiran desa wisata dianggap mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, pasalnya desa wisata yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat desa mesti bisa memberikan imbas kesejahteraan ataupun pelestarian budaya lokal yang bernafaskan Tri Hita Karana. Begitu disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Putu Supadma Rudana (PSR) yang bermitra dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda olahraga, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Perpustakaan Nasional. Desa wisata yang ada di Bali menurutnya Supadama Rudana menjadi salah satu ikon di Bali yang dianggap paling berkembang, apalagi keberadaan desa wisata di Bali tidak terlepas dari Desa Pakraman atau Desa Adat. Untuk itu ia memyarankan bagaimana stakeholder terkait duduk bersama bagaimana caranya meningkatkan SDM daripada desa pakraman yang ada di Bali.

Terkait dengan hal itu belum lama ini Desa Lod Tunduh yang berada di Wilayah Desa Pakraman Glogor, Ubud Gianyar beserta beberapa prajuru dan bendesa adatnya datang, tujuannya agar desa mereka bisa diwujudkan menjadi salah satu Desa Wisata yang ada di Bali mengingat potensi Desa Lod Tunduh cukup besar untuk diberdayakan layaknya desa-desa lainnya.

“Kita sambut positif apa yang menjadi keinginan masyarakat yang ingin berpartisipasi langsung memberikan kontribusi di sektor pariwisata. Apalagi di Bali sektor pariwisata dibangun atas kearifan lokal bernafaskan Tri Hita Karana,” sebutnya di Gianyar, Senin (21/1/2018) mendukung apa yang diwacanakan masyarakat Desa Lod Tunduh.

Lantas Supadma Rudana menjelasakan sebagai perwujudan desa dan budaya desa pakraman glogor memiliki potensi yang luar biasa. Kawasan ini memiliki sungai, tempat suci pura desa, pura dalem, pura puseh dan juga mereka memiliki jalan atau jalur yang cukup strategis dan dekat dengan ubud serta memiliki akses tambahan kesana yang memang sedang berkembang banyak pembangunan pariwisata.

“Mereka hadir ingin mendapatkan masukan dan sinergi dengan kami. Karena saya di Komisi X DPR RI tujuannya bersama mitra pariwisata, kementrian kebudayaan, badan ekonomi kreatif, kementrian pemuda olahraga, kementrian riset teknologi dan pendidikan tinggi dan perpustakaan nasional. ingin duduk bersama pertama bagaimana caranya meningkatkan sdm daripada desa pakraman mereka,” tukasnya.

Bahkan katanya, Komisi X sudah menyuarakan program ini untuk tahun 2019 dan kita harapkan agar pihak kementerian pariwisata ataupun kementerian terkait lainnya untuk memberikan pelatihan pelatihan yang berhubungan dengan kepariwisataan baik tentang konsep desa wisata ataupun konsep sadar wisata. Yang kedua kita juga mendorong agar tempat suci mereka bisa dijadikan penunjang pariwisata.

“Kita bisa lihat contohnya Desa Pakraman Monkey Forest, Desa Pakraman Batuan yang tempat sucinya bisa dikunjungi wisatawan mancanegara. Ini bisa mereka contoh untuk dijadikan ikon, bagaimana bisa bersinergi dengan kepariwisataan yang ada sehingga daerah mereka bisa mendapatkan benefit daripada kepariwisataan,” ujar Supadma Rudana sembari mencontohkan Desa Pakraman Mongkey Forest setiap bulannya bisa memberikan kontribusi sebesar Ŕp600 juta atau sekitar Rp7 miliar tiap tahunnya kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar. “Kontribusi wisatawan yang datang ke Bali itu 10 persennya dari Gianyar,” tutupnya.

Supadma Rudana mengharapkan Desa Wisata Lod Tunduh mampu dikelola secara baik dan yang penting adanya pendampingan kepada masyarakat. Terwujudnya desa wisata bisa dibarengi dengan tumbuhnya ekonomi kreatif yang berbasis alam, warisan budaya, dan SDM. (Red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan