RonaTeras Berita

Rajut Kebersamaan, Elemen Kemasyarakatan di Bali Gelar Buka Puasa Bersama

(Foto/Ist)

DENPASAR – Pemilu Serentak 2019 bisa disebut sebagai pesta demokrasi terbesar dan terberat dalam sejarah demokrasi di Indonesia. Tidak hanya kontestan, para pendukung dan simpatisan berlomba-lomba memenangkan jagoannya dengan segala cara, sehingga penyelenggaraan pemilu kali ini sangat menyita waktu dan pikiran.

“Pemilu telah selesai bangsa Indonesia sudah menentukan pilihannya. Sudah saatnya sebagai orang yang cinta akan tanah airnya saling berangkulan kembali dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” ucap Kadek Agus Ekanata selaku ketua panitia buka bersama kebangsaan bersama tokoh masyarakat dan pemuda Bali, Kamis (30/5/2019) di Denpasar.

Dikatakan oleh Kadek Agus, Bali adalah tempat wisata di dunia yang keamananan dan keajegannya patut dijaga bersama, tanpa harus dibenturkan kembali dengan isu SARA.

Apalagi saat ini umat muslim sedang melaksanakan rangkaian ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Maka momen tersebut selayaknya dapat dijadikan ajang mempererat silaturahmi dan saling menghormati dengan menggelar buka puasa bersama sambil bercengkrama, dan duduk bersama untuk menunjukan sikap toleransi yang baik dan menumbuhkan rasa persaudaran.

“Hendaknya kita menghindarkan diri dari sikap yang menjadikan politik sebagai pemecah rasa persaudaraan. Namun sebaliknya, politik harus menjadi media pendewasaan kita dalam berbangsa dan bernegara,” ucapnya.

Acara buka bersama ini dilaksanakan dengan kepanitiaan bersama oleh beberapa aliansi organisasi masyarakat seperti POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat), FP-NKRI (Forum Peduli NKRI), WWW (WARTA WARGA WULUHAN) Korwil Bali, Patriot Garuda Nusantara (PGN), RTM (Relawan Tanpa Mahkota), PCNU Denpasar PCNU Badung, PCNU Jembrana, GP Anshor EMJI (Emak-Emak Militan Jokowi), JATMAN NU Bali, Aliansi Mahasiswa Bali dan beberapa organisasi lainnya.

Tema kegiatan yakni “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu bahasa dalam Rumah Besar Indonesia, Kita semua bersaudara dengan hastag#3 PERSATUAN INDONESIA”. Kurang lebih 350 orang terdiri dari tokoh masyarakat Bali, unsur kepemudaan, tokoh lintas agama, tokoh pendidikan, budayawan, serta undangan baik individu maupun kelembagaan terlihat hadir. Dalam buka bersama juga mengundang anak-anak yatim dan dhuafa (miskin) dari panti asuhan lintas agama.

Kadek Agus menjelaskan, ada beberapa poin penting yang menjadi tujuan dalam acara tersebut. Pertama untuk merekatkan kembali tali silaturahmi dan persaudaraan masyarakat Bali setelah Pemilu, kedua menjaga harmonisasi toleransi umat dan masayarakat di Bali.

Ketiga mengajak mengedepankan persatuan abaikan perbedaan dan rekatkan kembali tali persaudaraan, keempat siapapun yang terpilih dalam kontestasi demokrasi tetap menjadi anak bangsa yang harus tetap didukung, diawasi dan dirangkul.

“Kelima untuk menjaga kondusifitas kamtibmas di Bali, dengan menciptakan kondisi yang aman dan masyarakat bahu-membahu bersinergi untuk tetap
mengedepankan persatuan dalam memanasnya suhu pasca pesta demokrasi,” tegas Kadek Agus didampingi sekretaris panitia, Prianggieta Ayuni. (awd)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan