ParlementariaTeras Berita

Sari Galung – Kesetaraan Gender Pemantapan Pilar-Pilar Demokrasi

Foto - Ni Wayan Sari Galung di tengah-tengah masyarakat. (Ist)

DENPASAR – Calon Anggota Legislatif DPRD Provinsi Bali No. 1 dari PDI P, Ni Wayan Sari Galung, S.Sos., istri Nyoman Nerka (Nyoman Tompel) yang juga pengusaha ini, menyatakan kepeduliannya akan kesetaraan gender dan mendorong kaum perempuan untuk berperan aktif dalam setiap platform pembangunan. Namun diakui, saat ini peran perempuan masih sangat kurang terutama setelah merambah area publik. Untuk itu perlu ditingkatkan terus kemampuan perempuan sehingga mampu bersaing dalam area publik. Terlebih lagi komposisi penduduk antara laki-laki dan perempuan hampir seimbang.

“Perempuan mempunyai peran penting dalam memberikan pemahaman dan persepsi dalam pembangunan berdemokrasi. Untuk itu pendidikan politik untuk perempuan hal yang harus dilaksanakan sebagai bentuk pemantapan pilar-pilar demokrasi. Menurutnya pelatihan berpolitik untuk perempuan sangat penting untuk dilakukan. Sehingga akan lebih meningkatkan peran serta perempuan dalam pembangunan terutama dalam area publik,” katanya di Denpasar, Kamis (17/1/2018).

Dari sisi lain, wanita yang pernah menjadi Anggota Legislatif Kota Denpasar periode 2009-2014 rupanya punya perhatian khusus bagi Kelurahan Serangan yang berada di Denpasar Selatan, Kota Denpasar yang hingga kini masih menjadi daya tarik. Pasalnya berbagai potensi banyak bisa digali dari sebuah pulau yang luasnya mencapai 4,81 km persegi ini. Serangan, menurut Sari Galung banyak potensi yang bisa digali. Potensi yang dimaksud Sari Galung antaranya potensi pariwisata, perikanan, perdagangan, kelautan serta pengembangan sumber daya alam lainnya yang berlandaskan kearifan lokal. Mantan Anggota DPRD kota Denpasar 2009-2014 ini memang memiliki konsen pengembangan serangan kedepannya.

“Saat ini kita juga lagi memetakan kembali potensi ekonomi yang bisa digarap dari Serangan,” ungkap wanita yang selalu berpenampilan sederhana ini.

Sari Galung menjelaskan, untuk bisa mengembangkan Serangan salah satu caranya dengan mengembangkan sumber daya manusia yang menjadi kunci dari pembangunan itu sendiri. Keterbukaan dan perubahan pola pikir (mindset) dalam pembangunan bisa membantu pembangunan Serangan kedepannya.

“Keterbukaan itu sangatlah penting, apalagi Serangan menjadi salah satu tujuan wisata yang ada di Kota Denpasar, tentu diperlukan infrastruktur yang memadai,” katanya, sembari menyampaikan awalnya kehidupan masyarakat Serangan adalah sebagai nelayan, namun seiring berjalannya waktu beralih ke sektor pariwisata.

“Artinya yang terjadi saat ini ialah bagaimana sektor perikanan/kelautan mampu menunjang industri pariwisata Serangan,” imbuhnya.

Ia berharap masyarakat tidak meninggalkan jati dirinya sebagai nelayan, namun bisa bertransformasi menghadapi perubahan yang begitu cepat dan bagaimana menjadi tuan rumah didaerahnya sendiri bukan sebagai penonton.

“Sekarang diseputar Serangan sudah banyak dibangun rumah makan, restauran bahkan sarana pariwisata yang bernafaskan bahari, tinggal sekarang bagaimana membangunnya menjadi lebih baik lagi,” tutupnya. (Red)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan