RegionalTeras Berita

Sukseskan Fast Track 90-90-90, KPA Provinsi Bali Gelar Pelatihan Penguatan PMTS

(foto : Ist) Pelatihan Penguatan Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS).

 

DENPASAR – Untuk mendukung capaian Fast Track 90-90-90 tahun 2030 dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam hal pengelolaan program Pencegahan HIV melalui transmisi seksual, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali menggelar Pelatihan Penguatan Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS).

Acara ini diikuti 30 orang peserta dari berbagai unsur di ruang Jempiring Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali, Jalan Hayam Wuruk No.152 Tanjung Bungkak, Denpasar, Jumat (6/9/2019).

Acara yang digelar hingga Sabtu (7/9/2019), di mana capaian Fast Track 90-90-90 yang diharapkan adalah 90 persen yang dites dan diketahui status HIVnya, kemudian 90 persen, yang dites dan sudah diketahui status HIVnya minum ARV. Kemudian 90 persen, yang minum ARV tersebut dipastikan HIV tidak nampak dalam darahnya.

Dalam membuka acara Pelatihan tersebut, Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali, Drh Made Suprapta,MM menegaskan, peran KPA memang sangat strategis untuk program Penanggulangan AIDS di Bali.

“Salah satu peran pentingnya adalah mengkoordinasikan, mensinkronisasi program, memfasilitasi dan mengadvokasi stakeholder,” katanya.

Di sisi lain, Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Agus Suryadinata mengungkapkan, saat ini fenomena HIV-AIDS di Bali memang unik. banyak hal yang terjadi di lapangan dalam pelaksanaan program. Salah satunya adalah obat banyak tapi ada beberapa orang client yang belum mau mengkonsumsi ARV secara rutin. Selain itu di Klungkung ada fenomena menarik terkait penggunaan Kondom dan banyak lagi yang lainnya.

Oleh sebab itulah Dr Agus berpesan, agar semua peserta pelatihan selalu mengingat apa yang diberikan saat pelatihan, serta senantiasa berkoordinasi dengan lembaga terkait. Sehingga program Penanggulangan AIDS, salah satunya adalah Fast Track 90-90-90 bisa tercapai.

“Acara Pelatihan Penguatan Program PMTS yang diikuti dari unsur pengelola/pengurus Pokja Lokasi, wakil dari layanan kesehatan, Dinas Kesehatan dan KPA di wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan, Badung, Bangli, Gianyar dan Klungkung ini berjalan cukup komunikatif. Dimana masing-masing peserta melakukan diskusi secara intens kepada narasumber,” sebut dr Agus.

Acara pelatihan penguatan PMTS ini diisi oleh 6 Narasumber, diantaranya Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali, Drh Made Suprapta, MM dengan topik Kebijakan Program Penanggulangan AIDS, Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang disampaikan Dr Agus Suryadinata mewakili Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Bali dengan topik Epidemologi HIV-AIDS di Bali.

Drs Made Efo Suarmiartha selaku Direktur Yayasan Citra Usadha Indonesia dengan materi Penjangkauan, Pengelolaan Kondom dan rujukan Klien IMS, dimana YCUI salah satu LSM yang berpengalaman untuk menjangkau beberapa hotspot yang ada di Bali bersama LSM lainnya.

Drs Yahya Anshori pengelola Program PMTS KPA Provinsi Bali dengan mengangkat tema Pengembangan strategi intervensi Program PMTS. Khusus untuk materi program menjangkau dan merujuk clien serta proses pengobatan IMS, diberikan oleh dr Oka Negara FIAT dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Sementara terkait Pemetaan dan Monitoring PMTS diisi oleh Pengelola Program Monitor dan Evaluasi KPA Provinsi Bali Dian Febriana. (wie)

Teras Bali News

Tinggalkan Balasan